Renungan Harian


Renungan (Kamis, 10 Mei 2018)

   Hari ini diberkati sebagai Hari Raya Kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus. Ada dua hal yang menjadi pokok perhatian dalam perayaan ini. Pertama, Yesus naik ke surga. Kenaikan berarti kembali-Nya Yesus ke dalam persatuan-Nya yang utuh dengan Bapa-Nya. "Terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah." Dalam tradisi Kitab Suci, awan adalah gambaran Allah. "Awan menutup-Nya dari pandangan mereka." Dengan kenaikan-Nya, Allah mengambil kembali Putra-Nya untuk masuk dalam kemuliaan bersama-Nya.  

 Kedua, kenaikan Yesus, menjadi awal perutusan para murid. "Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru." Warta tentang Yesus harus diwartakan kepada segala bangsa, karena Allah menghendaki keselamatan semua orang. Bahkan warta keselamatan ini akhirnya berlaku untuk setiap murid di setiap zaman dan sepanjang masa. Mewartakan Injil dengan segala cara, kepada semua orang, sesuai dengan situasi, usia dan budaya. Tidak ada satu unsur pun yang dikecualikan. Dengan demikian warta ini mutlah dijalankan: "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum" (Mrk 16:16). Dengan dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, semua orang diajak dan diajar untuk melaksanakan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Yesus sendiri. 
 
 Hari ini kita diingatkan untuk tidak takut dan risau, karena Yesus menjanjikan penyertaan-Nya sampai akhir zaman. Ia akan terus tinggal dan bekerja bersama-sama dengan kita, bersama semua orang yang berkehendak baik, untuk dunia yang lebih baik dan bermartabat.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


PAROKI ST. YOSEF-BAJAWA

MINGGU PRAPASKAH IV, 11 Maret 2018

 


RITUS PEMBUKA
(LAGU PEMBUKA - TANDA SALIB DAN SALAM - PENGANTAR  - SERUAN TOBAT)   - umat berdiri
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
(TUHAN KASIHANILAH KAMI - MADAH KEMULIAAN  - DOA PEMBUKA) – umat berdiri
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
LITURGI SABDA
Bacaan Pertama – 2Taw 3:14-16.19-23
” Murka Allah dinyatakan lewat pembuangan, kerahiman-Nya dinyatakan lewat pembebasan”
Ketika Israel diperintah oleh Raja Zedekia, semua pemimpin di antara imam dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain. Rumah yang dikuduskan Tuhan di Yerusalem mereka najiskan. Namun Tuhan, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Tuhan sayang kepada umat-Nya dan kepada tempat kediaman-Nya. Tetapi mereka mengolok-olok para utusan Allah itu, menghina segala firman Allah, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka Tuhan bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi ada pemulihan. Maka Tuhan menggerakkan raja orang-orang Kasdim. Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu, sehingga musnahlah segala perabotan yang indah-indah. Mereka yang masih tinggal dan terluput dari pedang diangkutnya ke Babel, mereka dijadikan budak raja dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa. Dengan demikian genaplah firman Tuhan yang diucapkan Yeremia, sampai tanah ini pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabat, karena tanah itu menjadi tandus selama tahun sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun. Pada tahun pertama pemerintahan Koresh, raja negeri Persia, Tuhan menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu, untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia. Maka dimaklumkanlah di seluruh kerajaan Koresh, secara lisan dan tulisan maklumat ini: Beginilah perintah Koresh, raja Persia, “Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, kiranya Tuhan Allah menyertainya, dan biarlah ia berangkat pulang!”
L              : Demikianlah sabda Tuhan.                   U             : Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.
Mazmur:
1.        Di tepi Sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita gantungkan kecapi kita.
2.        Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita, “Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!”
3.        Bagaimanakah mungkin kita menyanyikan nyanyian Tuhan di negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!
4.        Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak menjadikan Yerusalem puncak sukacitaku!
Bacaan Kedua – Efesus 2:4-10
” Kamu mati karena kesalahan, tetapi diselamatkan berkat kasih karunia”
Saudara-saudara, terdorong oleh kasih karunia-Nya yang besar, yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita, Allah yang kaya dengan rahmat telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus. Sekalipun kita telah mati karena kesalahan kita. Jadi kamu diselamatkan berkat kasih karunia. Di dalam Kristus Yesus itu Allah telah membangkitkan kita juga dan memberi tempat di surga bersama dengan Dia. Dengan itu Allah bermaksud di masa yang akan datang menyatakan kepada kita kasih karunia-Nya yang berlimpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab berkat kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. Keselamatan itu bukanlah hasil usahamu, melainkan pemberian Allah. Jadi keselamatan itu bukanlah hasil pekerjaanmu. Maka jangan sampai ada orang yang memegahkan diri. Sebab sesungguhnya kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang sudah dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalam-Nya.
L              : Demikianlah sabda Tuhan.                   U             : Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 3:16
S              : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan kekal.                  U : (mengulangi….)
S : Begitu besar kasih Allah akan dunia, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.
     Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
Bacaan Injil – Yohanes 3:14-21
” Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia untuk menyelamatkannya”
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada Nikodemus yang datang kepada-Nya pada waktu malam, “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat, sebab barangsiapa berbuat jahat, ia membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

I               : Demikianlah Injil Tuhan.                       U             : Terpujilah Kristus

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PAROKI ST. YOSEF-BAJAWA

MINGGU PRAPASKAH III, 04 Maret 2018

 


RITUS PEMBUKA
(LAGU PEMBUKA - TANDA SALIB DAN SALAM - PENGANTAR  - SERUAN TOBAT)   - umat berdiri
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 (TUHAN KASIHANILAH KAMI - MADAH KEMULIAAN  - DOA PEMBUKA) – umat berdiri
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
LITURGI SABDA
Bacaan Pertama – Kel 20:1-17umat duduk.
“Hukum telah diberikan melalui Musa”
Di Gunung Sinai Allah berfirman begini, “Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit, atau yang ada di bumi atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku. Tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku, dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Enam hari lamanya engkau bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu. Tetapi hari ketujuh adalah Sabat Tuhan, Allahmu. Maka janganlah melakukan suatu pekerjaan, engkau sendiri atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan pada hari ketujuh Ia beristirahat. Itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Hormatilah ayah dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu. Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu. Jangan mengingini isterinya, atau hamba sahayanya, lembu atau keledainya, atau apa pun yang dimiliki sesamamu.
L              : Demikianlah sabda Tuhan.   U             : Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan umat duduk.
Ref. Sabda-Mu adalah kebenaran, hukum-Mu kebebasan.
Mazmur: (1) Sabda Tuhan sempurna, menyegarkan jiwa. Peraturan Tuhan teguh, membuat arif orang bersahaja. Titah Tuhan tepat, menyenangkan hati. Perintah Tuhan jelas, membuat mata berseri. (2) Hikmat Tuhan baik, tetap selamanya. Keputusan Tuhan benar, adil selalu. Lebih indah daripada emas murni, lebih manis daripada madu lebah.
Bacaan Kedua – 1Kor. 1:22-25umat duduk.
“Kami memberitakan Kristus yang tersalib, suatu sandungan bagi kebanyakan orang, tetapi bagi mereka yang terpanggil, merupakan hikmat Allah”
Saudara-saudara, orang Yahudi menuntut tanda dan orang Yunani mencari hikmat. Tetapi kami memberitakan Kristus yang tersalib. Suatu sandungan bagi orang Yahudi, dan kebodohan bagi orang bukan Yahudi. Tetapi bagi mereka yang dipanggil, baik Yahudi maupun bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah! Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia, dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia.
L              : Demikianlah Sabda Tuhan.   U             : Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL Yoh 3:16 umat berdiri.
S : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan kekal.               U : (mengulangi…)
S : Begitu besar kasih Allah akan dunia, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.
Bacaan Injil – Yohanes 2:13-25umat berdiri.
“Bait Allah yang dimaksudkan Yesus ialah Tubuh-Nya sendiri”
Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Maka Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang para penukar dihamburkan-Nya ke tanah, meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata, “Ambillah semuanya ini dari sini, jangan membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Maka teringatlah murid-murid Yesus bahwa ada tertulis, “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” Tetapi orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya, “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” Jawab Yesus kepada mereka, “Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya, “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini, dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” Tetapi yang dimaksudkan Yesus dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan Yesus. Maka percayalah mereka akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. Sementara Yesus tinggal di Yerusalem selama Hari Raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Yesus mengenal mereka semua. Dan tidak perlu seorang pun memberikan kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.
I               : Demikianlah Injil Tuhan.                       U             : Terpujilah Kristus
 (HOMILI - LITURGI EKARISTI – KOMUNI - RITUS PENUTUP - BERKAT PERUTUSAN).

INFORMASI PASTORAL MINGGU PRAPASKAH II  (Minggu, 04 Maret 2018 )
I.           Intensi Misa Tanggal  04 s/d 11 Maret 2018:
Intensi Umum
Semoga anak-anak SEKAMI dan OMK serta Keluarga Muda semakin menyadari peran dan tanggungjawab mereka dalam kehidupan menggereja di zaman modern ini

·         Petugas Liturgi Minggu tanggal 11  Maret 2018
Misa I         : Dari Seksi Liturgi DPP, Penanggungjawab Bapak Arnoldus Redo
Misa II        : Dari OMK Yohanes Paulus Lekosoro Penanggungjawab Sdr. Tonce Nanga
Misa III       : Dari KUB Ratu Damai Bobou Penanggungjawab Bpk Aurelius Rusu
·         Petugas Liturgi Minggu tanggal  18 Maret 2018
Misa I         : Tanggungan Liturgi Dari Seksi Liturgi DPP, Penggungjwb Ibu Santi Fodju 
Misa II        : OMK Theresia Kanak-Kanak Yesus Bobou, Penggungjwb Sdr. Tarsi Dhega
Misa III       : Dari Seksi Liturgi DPP Penanggungjawab Bpk Yos Tandafatu
II.               Tugas Pembersihan Gereja dan sekitarnya dalam pekan ini oleh KUB, Lingkungan Ratu Damai Trikora & Lingkungan Maria Asumptha Trikora
@. Hari Senin oleh : KUB Benteng Daud  Ketua Bpk Petrus Theresia Teme
@. Hari Kamis oleh: KUB Ratu Rosario Bpk Felix Godja
@. Hari Sabtu oleh : KUB Maria Pembantu Orang Berdukacita  Ketua Ibu Bernadetha Robo
III.         Yang Hendak Menerima Sakramen Nikah
Dibacakan Untuk Kedua Kali
Ø  Emanuel Rana Anak dari Bapak Yohanes Pajo dan Mama Yuliana Fono akan menikah dengan Sabina H. Wawul anak dari bapak Quirinus Jagut dan Mama Helmi Wahul pasangan ini akan menikah di Paroki Bunda Maria Dari Fatima Nangalanang
Ø  Edgardus M. Mbeu Djawa  Anak dari bapak Thomas Djawa Feto dan mama Maria Goreti Wewo akan menikah dengan Maria Donata Gore Djogo anak dari bapak Thomas Djogo (Alm) dan Mama Bernadetha Mbena Tonga. Pasangan ini akan menikah di Paroki Stella Maris Danga
Kepada  Kita Sekalian  Yang  Mengetahui  Adanya  Halangan Terhadap Pasangan - Pasangan di atas dapat segera melapor ke Pastor Paroki.
IV.        Keuangan : 
Kolekte Minggu Lalu : Rp. 12.250.000,-  Kolekte Lain-lain : Rp. 1.100.000,-
V.         Pengumuman lain :
Ø Petugas Jalan Salib Jumat, 09 Maret 2018 : Waktu Pukul 16.30 petang untuk umat,  tanggungan Doa, Lagu dan Ajuda dari Lingkungan Santu Petrus Edith Stain Trikora, penanggung jawab Bpk Nikolaus Neta Fono, pembawa renungan Frater Dani,OCD. Untuk anak TK jam 08.00 pagi tanggungan Doa,Lagu dan Ajuda dari TK Satu Atap Lebijaga. Untuk anak SD dan SLTP jam 10.30 tanggungan Doa, Lagu dan Ajuda dari SMP PGRI Bajawa. Pembawa renungan Guru Agama Katolik. Dan untuk siswa-siswi SLTA jam 11.30 siang, tanggungan Doa, Lagu dan Ajuda dari SMA Negeri 1 Bajawa, pembawa renungan Guru Agama Katolik
Ø Pengumuman berasal dari komisaris OCD Indonesia di beritahukan kepada bapak/ibu umat se paroki St. Yosef Bajawa bahwa pada tanggal 10 maret 2018 akan ditahbiskan Frater Wilibrodus Engelbertus Roja Foju ,OCD menjadi diakon di Roma-Italia.
Ø Pengumuman berasal dari Ketua Stasi Teresa Avila Lebijaga ditujukan kepada umat St Teresa Avila Lebijaga. Bahwa pada dalam rangka tanggungan koor Minggu Palma, maka latihan koor akan mulai dilaksanakan pada hari Senin, 5 Maret 2018 waktu 16.00 (jam 4 sore) bertempat di SMK PGRI Bajawa, bagi tiap KUB diharapkan mengutus lima orang untuk ikut latihan koor di mohon anggota koor hadir tepat waktu. Atas perhatiannya kami haturkan limpah terimakasih.
Ø Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula Ende, telah membuka pendaftaran bagi siswa baru. Informasi lebih lanjut dapat di baca papan informasi paroki
Ø Pengumuman berasal dari Seminari menengah Yohanes Bracmans Todabelu Mataloko
Isi Pengumuman : Testing bagi anak-anak yang akan masuk semenari akan dilaksanakan pada tanggal 16 – 17 Maret 2018 di seminari mataloko. Untuk biaya testing Rp.100.000/Anak ( Seratus ribu rupiah)  pada saat testing harus bersama dengan orang tua.
Ø  Pengumuman berasal dari Ketua Kuria Maria Ratu Karmel Paroki St. Yosef Bajawa. ditujukan kepada Para Perwira, Kuria, Perwira Presidium dan seluruh Anggota Legio Maria. Isi Pengumuman: pada Hari Rabu, 7 Maret 2018 akan diadakan rapat kuria di sakristi timur gereja tepat pukul 15.30 atau jam setengah empat sore. Atas perhatiannya diucapkan limpah terima kasih.
Ø  Pengumuman Berasal dari Pengurus Pensiunan Wredatama (Koptama) Ngada di Bajawa ditujukan Kepada Bpk/Ibu Pensiunan Wredatama Ngada di mana saja.
Isi pengumuman menyusul suart kami tanggal 26 Februari 2018 Nomor : 14/Kopt-Ng/II/2018 tentang undangan RAT Koptama Ngada Tahun Buku 2017 maka dengan ini disampaikan bahwa RAT Koptama Ngada Tahun Buku 2017 akan dilaksanakan pada :
Hari.Tanggal  : Sabtu, 10 Maret 2018
Tempat                          : Gedung Pertemuan Auditorium Jhon-Thom St. Yosef Bajawa
Waktu                            : Pukul 07.00 pagi sampai selesai
Selanjutnya diharapakan setiap anggota dapat mengambil buku RAT paling lambat 3 (tiga) Hari sebelum Rat di kantor KOPTAMA atau di TPK. Bela Undangan tertulis belum diterima maka Pengumuman ini Merupakan Undangan Resmi.
Demikian pemberitahuan kami dan atas kehadirannya disampaiakn limpah terima kasih.
Ø  Pengumuman berasal dari ketua OMK Paroki St. Yosef Bajawa ditujukan kepada OMK sewilayah paroki St. Yosef Bajawa, : Dalam rangka menyambut kegiatan Temu OMK tingkat Paroki di Pape pada bulan Juli maka dengan ini disampaikan kepada OMK se paroki St. Yosef Bajawa agar berpartisipasi mengikuti berbagai kegiatan di stasi masing-masing. Dimohon juga kepada bapak/ibu umat agar bisa bekerja sama dan mendukung orang muda untuk mengikuti kegiatan dimaksud.
Ø  Bersama ini kami disampaikan lagi bagi KUB yang belum memasukan  data umat ke harap sesegera mungkin memasukan datanya ke sekretariat paroki paling lambat hari selasa 6 Maret 2018.
Ø  Pengumuman Berasal dari ketua Stasi Sanjuan Ngedukelu ditujukan kepada anggota Paduan Suara San Juan Ngedukelu. Isi pengumuman dalam rangka tanggungan litutrgi misa pertama hari raya paskah, disampaikan kepada seluruh anggota paduan suara untuk mengikuti latihan bersama yang akan di laksanakan pada hari Senin 5 Maret 2018 waktu jam 4 sore tempat Lantai satu Gedung DPRD Kab. Ngada.
JADWAL TANGGUNGAN LITURGI UNTUK PEKAN SUCI
1.        Minggu Palem 25 Maret 2018 Tanggungan Liturgi Dari Stasi Teresa Avila Lebija Penanggungjawab Bpk Ketua Stasi.
2.        Hari Raya Kamis Putih  29 Maret 2018 Tanggungan Liturgi Dari Stasi St. Fransiskus Xaverius Susu Penanggungjawab Bpk Ketua Stasi.
3.        Hari Raya Jumat Agung, 30 Maret 2018 Tanggungan Liturgi Dari Stasi  Theresia Kanak-Kanak Yesus Bobou Penanggungjawab Bpk Ketua Stasi. Untuk Jalan Salib/Tablo Tanggungan dari OMK dan JPA Paroki bertempat di Stadion Lebijaga.
4.        Hari Raya Sabtu Suci/Malam Paskah 31 Maret 2018 Tanggungan Liturgi Dari Stasi Yohanes Paulus Lekosoro Penanggungjawab Bpk Ketua Stasi.
5.        Tanggungan Liturgi Hari Raya Paskah 01 April 2018.
Misa I             : Stasi San Juan Ngedukelu Penanggungjawab Bpk Ketua Stasi
Misa II            : Stasi Edit Stein Trikora Penanggungjawab Bpk Ketua Stasi
6.        Hari Senin 02 April 2018 Adalah Paskah Kedua Tanggungan Liturgi Dari Stasi Yohanes Paulus Lekosoro Penanggungjawab Bpk Ketua Stasi
Ø  Pengumuman berasal dari Seksi Liturgi Pendidikan St. Yosef Bajawa. Isi pengumuman: Dalam rangka persiapan menjelang Ujian Nasional  yang akan diikuti anak-anak SD, SMP, SMA/SMK maka kami memohon kepada bpk/ibu umat yang di rumah mempunyai anak sekolah dan bpk/ibu umat yang memiliki Asrama/Kos yang dihuni oleh anak-anak sekolah maka dengan ini kami memohon untuk meluangkan waktu agar bisa memantau dan mengontrol jam belajar anak sekaligus mendampingi mereka agar mereka dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian dengan baik. Di samping itu diharapkan agar bpk/ibu Fungsionaris Pastoral dan segenap umat agar menjaga ketenangan pada jam-jam belajar anak yaitu dari Pukul 18.00 - 19.30 Wit Demikian pengumuman, atas perhatiannya kami sampaikan limpah terima kasih.


KOMSOS PAROKI ST. YOSEF-BAJAWA (Web : Komsossanjosbajawa.blogspot.co.id)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PAROKI ST. YOSEF-BAJAWA

MINGGU PRAPASKAH II, 25 Februari 2018

 


RITUS PEMBUKA
(LAGU PEMBUKA - TANDA SALIB DAN SALAM - PENGANTAR  - SERUAN TOBAT)   - umat berdiri
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
MB-585 / PS-233 - ASPERGES ME - sol=D | Gregorian, PS-233
Asperges me, Domine, hyssopo et mundabor, Lavabis me, et super nivem dealbabor.
Miserere mei, Deus, secundum magnam misericordiam tuam. Gloria Patri et Filio et Spiritui Sancto, Sicut erat in principio, et nunc, et semper, et in saecula saeculorum. Amen.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
(TUHAN KASIHANILAH KAMI - MADAH KEMULIAAN  - DOA PEMBUKA) – umat berdiri
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
LITURGI SABDA
BACAAN PERTAMA – Kej 22:1-2.9a.10-13.15-18
“Kurban Bapa Abraham, leluhur kita.”
Setelah Abraham mendapat anak, Ishak, maka Allah mencobai Abraham. Allah berfirman kepada Abraham, “Abraham.” Abraham menyahut, “Ya Tuhan.” Sabda Tuhan, “Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Maka sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham. Abraham lalu mengulurkan tangannya, dan mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit, “Abraham, Abraham!” Sahut Abraham, “Ya Tuhan.” Lalu Tuhan bersabda, “Jangan bunuh anak itu, dan jangan kauapa-apakan dia. Kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Lalu Abraham menoleh, dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Diambilnya domba itu, dan dipersembahkannya sebagai kurban bakaran pengganti anaknya. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, katanya, “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri – demikianlah firman Tuhan – Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Melalui keturunanmulah segala bangsa di bumi akan mendapat berkat, sebab engkau mentaati sabda-Ku.”
Mazmur Tanggapan
Ref. Bawalah kurbanmu bagi Tuhan sembahlah Dia dalam istana yang kudus.
Mazmur :
1.        Berbelas kasihlah Tuhan dan adil Allah kami adalah rahim. Orang bersahaja dijaga-Nya, dan yang hina-dina diselamatkan-Nya.
2.        Apa balas budiku kepada Tuhan atas anugerah-Nya bagiku? Piala keselamatan akan kuangkat, dan nama Tuhan akan kuserukan.
3.        Nadarku bagi Tuhan hendak kubayar di hadapan seluruh umat-Nya. Kukurbankan pada-Mu kurban pujian, dan nama-Mu akan kuserukan.
4.        Nadarku bagi Tuhan hendak kubayar di hadapan seluruh umat-Nya. Di dalam pelataran rumah Tuhan, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem.
BACAAN KEDUA – Roma 8:31b-34
“Allah tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri.”
Saudara-saudara, jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Allah bahkan tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya demi kita semua. Bagaimana mungkin Ia tidak menganugerahkan segalanya bersama Anak-Nya itu kepada kita? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus yang telah wafat? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
BAIT PENGANTAR INJIL Markus 9:6
S              : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja Mulia dan kekal.          U : (umat menjawab sda..)
S              : Dari dalam awan terdengarlah suara Bapa, “Inilah Anak yang Kukasihi,
                  dengarkanlah Dia”
Bacaan Injil – Markus 9:2-10
“Inilah Anak-Ku terkasih.”
Pada suatu hari Yesus berbicara tentang bagaimana Ia akan menderita sengsara. Sesudah itu Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes, dan bersama mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang sanggup mengelantang pakaian seperti itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia dan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini! Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Petrus berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara, “Inilah Anak-Ku terkasih, dengarkanlah Dia!” Dan sekonyong-konyong, waktu memandang sekeliling, mereka tidak lagi melihat seorang pun bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan supaya mereka jangan menceritakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati”.
 (HOMILI - LITURGI EKARISTI – KOMUNI - RITUS PENUTUP - BERKAT PERUTUSAN).
 


INFORMASI PASTORAL MINGGU PRAPASKAH II  (Minggu, 25 Februari 2018 )

I.          Intensi Misa Tanggal  25 s/d  03 Maret 2018:
Intensi Umum
Semoga Masa Pantang dan Puasa membawa umat Kristiani kepada pertobatan dan pembaharuan hidup yang sejati.
Ø  Petugas Liturgi Minggu tanggal 04  Maret 2018
Misa I      : Dari Lingkungan Yohanes Thomas Lebijaga Penanggungjawab
  Bpk Yohanes Sue
Misa II     : Dari OMK San Juan Ngedukelu Penanggungjawab Sdr Fen Say
Misa III    : Bunda Hati Kudus Bobou Penanggungjawab Ibu Elisabeth Kune
Ø  Petugas Liturgi Minggu tanggal  11 Maret 2018
Misa I      :  Dari Seksi Litiurgi DPP, Penanggungjawab Bapak Arnoldus Redo
Misa II     : Dari OMK Yohanes Paulus Lekosoro Penanggungjawab Sdr Tonce Nanga
Misa III    : Dari KUB Ratu Damai Bobou penanggungjawab Bpk Aurelius Rusu
II.        Tugas Pembersihan Gereja dan sekitarnya dalam pekan ini oleh KUB, Lingkungan Yohanes Rasul  & Lingkungan Ratu Damai Trikora
@. Hari Senin oleh     : KUB Caritas Ketua Bpk Petrus Hurint Fernandez
@. Hari Kamis oleh     : KUBFatima Ketua Bpk Nikolaus Ngeo
@. Hari Sabtu oleh     : KUB Rumah Kencana Ketua Ibu Veronika Meo
III.       Yang Hendak Menerima Sakramen Nikah
Dibacakan Untuk Pertama Kali
Ø  Emanuel Rana Anak dari Bapak Yohanes Pajo dan Mama Yuliana Fono akan menikah dengan Sabina H. Wawul anak dari bapak Quirinus Jagut dan Mama Helmi Wahul pasangan ini akan menikah di Paroki Bunda Maria Dari Fatima Nangalanag
Ø  Edgardus M. Mbeu Djawa  Anak dari bapak Thomas Djawa Feto dan mama Maria Goreti Wewo akan menikah dengan Maria Donata Gore Djogo anak dari bapak Thomas Djoga (Alm) dan Mama Bernadetha Mbena Tonga. Pasangan ini akan menikah di Paroki Stella Maris Danga
Kepada  Kita Sekalian  Yang  Mengetahui  Adanya  Halangan Terhadap Pasangan - Pasangan di atas dapat segera melapor ke Pastor Paroki.
IV.      Keuangan : 
Kolekte Minggu Lalu                  Rp. 12.080.000,-
V.        Pengumuman lain:
Ø Petugas Jalan Salib Jumat, 23 Februari 2018 : Waktu Pukul 16.30 petang untuk umat,  tanggungan Doa, Lagu dan Ajuda dari Lingkungan Maria Asumptha Stasi St. Edith Stain Trikora, penanggung jawab Ibu Rit da Gomes, pembawa renungan Frater Budi,OCD. Untuk anak TK jam 08.00 pagi tanggungan Doa,Lagu dan Ajuda dari TK Regina Pacis. Untuk anak SD dan SLTP jam 10.30 tanggungan Doa, Lagu dan Ajuda dari SMP Regina Pacis. Pembawa renungan Guru Agama Katolik. Dan untuk siswa-siswi SLTA jam 11.30 siang, tanggungan Doa, Lagu dan Ajuda dari SMAK Regina Pacis Bajawa, pembawa renungan Bapak Guru Agama Katolik
Ø Pengumuman berasal dari komisaris OCD Indonesia di beritahukan kepada bapak/ibu umat se paroki St. Yosef Bajawa bahwa pada tanggal 10 maret 2018 akan ditahbiskan Frater Wilibrodis Engelibertus Roja Foju ,OCD menjadi diakon di Roma-Italia.
Ø Pengumuman berasal dari ketua Stasi Yohanes Paulus Lekosoro di tujukan kepada umat stasi lekosoro untuk latihan koor di gereja pada hari kamis 01 Maret 2018 Bertempat di Gereja waktu jam 16.00 ( jam 04.00 sore)
Ø Pengumuman berasal dari Semenari menengah Yohanes Bracmans Todabelu Mataloko
Isi Pengumuman : Testing bagi anak-anak yang akan masuk semenari akan dilaksanakan pada tanggal 16 – 17 Maret 2018 di semenari mataloko. Untuk biaya testing Rp.100.000/Anak ( seratus Ribu Rupiah)  pada saat testing harus bersama dengan orang tua.
Ø Pengumuman berasal dari Ketua Kuria Maria Ratu Karmel Paroki St. Yosef Bajawa. Isi pengumuman ditujukan kepada Para Perwira, Kuria, Perwira Presidium dan seluruh anggota legio maria baik aktif maupun aulesiikier untuk hadir pertemuam kuria pada hari jumat 2 maret 2018 pada jam 4 sore tempat ruang doa sakaristi gereja st. Yosef. Dimohon juga mengikuti Rekoleksi dan misa sabtu pertama pada tanggal 3 maret 2018 pada pukul 08.00 pagi.
Ø  Bersama ini kami disampaikan lagi data umat yang belum dimasukan ke sekretariat paroki sebanyak 10 KUB dengan rincian sebagai berikut
1.            Stasi Susu dari 29 KUB yang belum masuk 2 KUB
2.            Stasi Lebijaga dari 27 KUB yang belum masuk 2 KUB
3.            Stasi Ngedukelu dari 19 KUB yang belum  masuk 1 KUB
4.            Stasi Bobou dari 23 KUB yang belum masuk 5 KUB

JADWAL TANGGUNGAN LITURGI UNTUK PEKAN SUCI
1.     Minggu Palem 25 Maret 2018 : Stasi Teresa Avila Lebija Penanggungjawab Bpk Ketua Stasi
2.     Kamis Putih  29 Maret 2018 : Stasi St. Fransiskus Xaverius Susu Pnggungjwb Bpk Ketua Stasi
3.     Jumat Agung, 30 Maret 2018 Tanggungan Liturgi Dari Stasi  Theresia Kanak-Kanak Yesus Bobou Pnggungjwb Bpk Ketua Stasi. Untuk Jalan Salib/Tablo Tanggungan dari OMK dan JPA Paroki bertempat di Stadion Lebijaga
4.     Malam Paskah 31 Maret 2018 Stasi Yohanes Paulus Lekosoro Pnggungjwb Bpk Ketua Stasi
5.     Hari Raya Paskah 01 April 2018
Misa I               : Stasi San Juan Ngedukelu Penanggungjawab Bpk Ketua Stasi
Misa II              : Stasi Edit Stein Trikora Penanggungjawab Bpk Ketua Stasi
6.     Hari Senin 02 April 2018 Adalah Paskah Kedua Tanggungan Liturgi Dari Stasi Yohanes Paulus Lekosoro Penanggungjawab Bpk Ketua Stasi

Demikian informasi pastoral untuk minggu ini, atas perhatian dihaturkan
Terima kasih. Tuhan memberkati.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
KOMSOS
PAROKI ST. YOSEF-BAJAWA
(Web : Komsossanjosbajawa.blogspot.co.id)







Minggu, 28 Februari 2018
Hari Minggu Biasa IV
 
Barangsiapa takut akan Tuhan tidak kuatir terhadap apapun,
dan tidak menaruh ketakutan
sebab Tuhanlah pengharapannya. (Sir 34:14)

Antifon Pembuka (Mzm 105:47)
Selamatkanlah kami, ya Tuhan Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus dan bermegah-megah dalam puji-pujian kepada-Mu.
 

Doa Pembuka
Ya Allah, Engkau telah mengutus Yesus Kristus, Putra-Mu untuk mengajar kami. Semoga berkat pengajaran-Nya yang penuh kuasa, kami semakin terbuka dan memusatkan perhatian pada Sabda yang akan membawa pengudusan bagi hidup kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Bacaan dari Kitab Ulangan (18:15-20)   
"Seorang nabi akan Kubangkitkan, Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya."
Sekali peristiwa berkatalah Musa kepada bangsanya, “Seorang nabi sama seperti aku akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu, dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu. Dialah yang harus kamu dengarkan. Di Gunung Horeb dulu, pada hari perkumpulan, kamu minta kepada Tuhan, Allahmu, dengan berkata: Aku tidak mau lagi mendengar suara Tuhan, Allahku, dan tidak mau lagi melihat api yang besar ini, supaya aku jangan mati! Lalu berkatalah Tuhan kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik. Aku akan membangkitkan bagi mereka seorang nabi seperti engkau dari antara saudara-saudara mereka sendiri. Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan firman-Ku yang akan diucapkan oleh nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi yang berani mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan, atau yang berkata demi allah lain, nabi seperti itu harus mati.

Mazmur Tanggapan, mi = d, 4/4, PS 854
Ref. Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu.
Ayat (Mzm 95:1-2.6-7.7-9)
1.      Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
2.      Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
3.      Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (7:32-35)
"Anak-anak gadis memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan,
supaya tubuh dan jiwa mereka kudus."
Saudara-saudara, aku, Paulus, ingin supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana supaya Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana supaya ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana supaya ia dapat menyenangkan suaminya. Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri; bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasanmu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 4:16)
Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat terang besar, dan bagi yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit terang. Alleluya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:21-28)
"Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa."
Pada awal karya-Nya Yesus beserta murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu, di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, yakni Yang Kudus dari Allah!” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, “Apa ini? Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya!” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea.

Renungan
Bila kita mengikuti rekoleksi atau retret, kita sering diminta oleh pembimbing untuk merenung di tengah taman atau di alam terbuka. Kita diminta untuk menyaksikan keindahan alam, ciptaan Tuhan ini, sambil mendengarkan bisikan suara alam ke hati dan budi kita. Indahnya suasana kejar-kejaran antar kupu-kupu di atas bunga membuat kita tersenyum dan mengingatkan bagi OMK (Orang Muda Katolik) pengalaman saat dikejar-kejar kekasihnya dahulu. Sementara bagi para mahasiswa, suasana kejar-kejaran kupu-kupu itu justru mengingatkan mereka waktu dikejar-kejar oleh tugas skripsi yang belum selesai. 
Suasana alam dapat membimbing orang apda suara bantin atau bahkan suara hati. Dan melalui suara hati pula orang dapat mendengarkan suara Tuhan. Umat Israel juga mengharapkan dapat mendengarkan suara Tuhan, tetapi secara tidak langsung. Sebab bila mereka mendengar suara Tuhan secara langsung ataupun bahkan melihat Allah, mereka takut akan mati (Bdk. Kel 20:19, Hak 3:22). Itulah sebabnya, Tuhan membangkitkan para nabi, yakni nabi seperti Musa yang diperkenankan menjadi penyambung lidah Tuhan Allah sendiri. Itulah yang disampaikan bacaan pertama hari ini. Tetapi Sabda Allah itu sendiri kini telah menjadi manusia. Dialah Tuhan Yesus Kristus, yang dalam Injil telah dikenali oleh roh-roh jahat. Roh-roh jahat ini ketakutan kepada Yesus. Mereka takut, hormat dan taat pada Yesus, sebab Yesus adalah Yang Kudus dari Allah. Roh-roh jahat telah mengenali Yesus, dan sayangnya orang-orang Yahudi tidak mampu mengenali siapa Yesus, meski Yesus telah mengajar dengan penuh kuasa, kuasa Allah sendiri. Meski sabda Allah telah begitu dekat dan ada di antara manusia kita semua, tetapi sayangnya kita sering terlalu sulit untuk mengenali sabda Tuhan itu. 
Sabda dan kehendak Tuhan itu tidak jauh dari kita. Sabda dan kehendak Tuhan ada di dekat kita. Saat sahabat kita mengingatkan kita akan pentingnya doa yang teratur, olahraga teratur, makan teratur, tidur teratur, sebenarnya Tuhan sedang bersabda kepada kita. Ketika kita sedang membaca koran atau surat kabar tentang berita OTT (Operasi tangkap tangan) oleh KPK pada para koruptor, kita diingatkan agar jangan melakukan korupsi. Apalagi kalau kita sedang membaca Kitab Suci atau renungan Inspirasi Batin begini, ya jelas sekali sabda dan kehendak Tuhan sedang dinyatakan kepada kita. 




Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu. Selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu. Tuhan, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu.

Let your face shine on your servant. Save me in your meciful love. O Lord, let me never be put to shame, for I call to you.






Minggu, 14 Januari 2018

Hari Minggu Biasa II
  
Amanat misi. "Kepada para bangsa Gereja diutus oleh Allah untuk menjadi 'Sakramen universal keselamatan'. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hakiki sifat katoliknya, menaati perintah Pendirinya, Gereja sungguh-sungguh berusaha mewartakan Injil kepada semua orang" (AG 1): "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman"
(Mat 28:19-20).

  
Antifon Pembuka (Mzm 66:4)
Seluruh bumi hendaknya menyembah Dikau, ya Allah, dan bermazmur bagi-Mu, meluhurkan nama-Mu, ya Allah Mahatinggi.

Doa Pembuka
Ya Allah, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau hadir di tengah-tengah kami. Kami mohon, gerakkanlah kami untuk dengan setia mengikuti Dia, tinggal bersama-Nya, mendengarkan Sabda-Nya dan melaksanakan kehendak-Nya. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (1Sam 3:3b-10.19)   

"Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan."
Pada hari itu Samuel telah tidur di dalam Bait Suci Tuhan, tempat tabut Allah. Lalu Tuhan memanggil, “Samuel! Samuel!” Samuel menjawab, “Ya, Bapa.” Lalu berlarilah ia kepada Eli, dan berkata, “Ya Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata, “Aku tidak memanggil; tidurlah kembali.” Samuel pergi dan tidur lagi. Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, “Ya, Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata, “Aku tidak memanggil, anakku. Tidurlah kembali.” Waktu itu Samuel belum mengenal Tuhan. Firman Tuhan belum pernah dinyatakan kepadanya. Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Samuel pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, “Ya Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu. Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel, “Pergilah tidur, dan apabila engkau dipanggil lagi, katakanlah: Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.” Maka pergilah Samuel, dan tidurlah ia di tempat tidurnya. Lalu datanglah Tuhan, berdiri di sana, dan memanggil seperti yang sudah-sudah, “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab, “Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.” Samuel makin bertambah besar, dan Tuhan menyertai dia. Tidak ada satu pun dari firman Tuhan itu yang dibiarkan-Nya gugur.

Mazmur Tanggapan, do = f, 4/4, PS 850
Ref. Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu.
Ayat. (Mzm 40.2.4ab.7-8a.8b-9.10)
1.       Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita.
2.       Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, "Lihatlah Tuhan, aku datang!"
3.       Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku. Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.
4.       Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 6:13c-15a.17-20)
  
"Tubuhmu adalah bait Roh Kudus."
Saudara-saudara, tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Allah yang membangkitkan Tuhan Yesus akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, yaitu Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli, dan harganya telah dibayar lunas! Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 1:14:12b)
Kami telah menemukan Mesias, yaitu Kristus. Ia mendatangkan kasih karunia dan kebenaran.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:35-42)
  
"Mereka datang dan melihat di mana Yesus tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia."
Sekali peristiwa Yohanes berdiri di tempat ia membaptis orang di Sungai Yordan bersama dengan dua orang muridnya. Ketika melihat Yesus lewat, Yohanes berkata, “Lihatlah Anak domba Allah!” Mendengar apa yang dikatakan Yohanes, kedua murid itu pergi mengikuti Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Melihat bahwa mereka mengikuti Dia, Yesus lalu berkata kepada mereka, “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya, “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Yesus berkata kepada mereka, “Marilah, dan kamu akan melihatnya.” Mereka pun datang, dan melihat di mana Yesus tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia. Waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari kedua murid yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya, “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).” Lalu Andreas membawa Simon kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata, “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).”
 
Renungan

Menjelang ujian akhir di Sekolah Menengah Atas tahun 1980, seorang pastor bertanya kepada saya: "Eko, apakah kamu tidak tertarik masuk ke STTK kah?" STTK itu Sekolah Tinggi Teologi Katolik. Lokasinya di Abepura - Jayapura. Saya bertanya: "Kalau lulus dari STTK bisa jadi apakah?" Pastor itu menjawab: "Bisa jadi imam, bisa juga jadi petugas pastoral awam." Saya lantas menjawab: "Tidak berminat." Percakapan itu menjadi pengalaman yang tercecer, yang baru saya ingat kembali dan refleksikan ketika saya menulis renungan ini. Ternyata pastor itu telah berusaha mempertemukan saya dengan Tuhan (baca: panggilan menjadi imam) melalui pertanyaan 'apakah kamu tidak tertarik masuk ke STTK kah? Pada tahun 1982 barulah saya mencoba menjawab pertanyaan itu dengan masuk ke sebuah Akademi Pendidikan Katekis di Flores. Ternyata: "Saya berminat!" Sebagai katekis saya mengikuti Yesus Kristus dan akhirnya sampai pada keputusan menjawab panggilan-Nya menjadi imam. 
Pengalaman 'menemukan Tuhan', atau bagi saya lebih khusus menemukan panggilan menjadi seorang imam, tidaklah harus serba bombastis, rumit dan menunggu penglihatan yang datang dari langit. Pengalaman Samuel dipanggil menjadi hakim atas bangsa Israel tentulah luar biasa, namun ada seorang yang lain, yang berperan mengantarnya yaitu, Eli, yang lebih dahulu menjadi hakim atas bangsa Israel. Yohanes memperkenalkan Yesus kepada kedua muridnya lalu mereka mengikuti-Nya. Andreas mempertemukan Simon Petrus dengan Yesus. Filipus mempertemukan Natanael (Bartolomeus) dengan Yesus. Kata-kata mereka "kami telah menemukan Dia" rupanya menggelitik hati seorang yang lain untuk datang dan akhirnya menemukan Yesus, lalu mengikuti-Nya. Memang, mengikuti Kristus merupakan karya Roh, namun semua itu bertolak dari pengalaman yang sangat manusiawi. Yang seorang menerima ajakan seorang yang lain. Ungkapan 'kami telah menemukan Dia' menjadi ungkapan yang menarik dan merupakan sebuah jawaban atas apa yang telah lama dinantikan. Seorang Mesias. 
Sekarang. Apakah kita pun sanggup mempertemukan sesama kita dengan Yesus Kristus, sebagaimana kita telah dipertemukan dengan-Nya oleh orangtua maupun sesama yang lebih dahulu bertemu dengan Tuhan? Apakah kita berani mengatakan kepada sesama saudara kita: "aku telah menemukan Dia?" Untuk mempertemukan sesama saudara kita dengan Yesus Kristus, terlebih dahulu kitalah yang memberi kesaksian bahwa "Aku telah menemukan Dia" melalui teladan hidup yang senantiasa membuka hati bagi sabda-Nya untuk berkata: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar." Harapan kita, semoga seluruh pola laku hidup kita yang berpusat pada sabda dan Ekaristi, membuat sesama saudara kita berkata: "Dalam dirimu aku menemukan Dia."  
    
Antifon Komuni (Bdk. Mzm 23:5)
Engkau menyediakan hidangan di hadapanku, pialaku penuh melimpah.




Kamis, 11 Januari 2018
Hari Biasa Pekan I
“Alam Bapa yang Mahasuci adalah penyelenggara tertinggi.” (St. Atanasius)

Antifon Pembuka (Mzm 44:24-25)
Bangunlah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan? Bangkitlah! Jangan membuang kami terus-menerus! Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu? Mengapa tak Kauhiraukan penindasan yang menimpa kami?

Doa Pembuka
Allah Bapa Mahapengasih, silakan datang berdiam dalam diri kami, berkat sabda pembebasan, berkat Roh yang menjiwai kami, berkat Yesus Kristus, Putra-Mu. Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

Sepuluh Perintah Allah menjadi pertanda kehadiran Allah di tengah umat-Nya. Tetapi , karena berkali-kali umat-Nya berkhianat, maka pertanda suci itu tidak melindungi umat-Nya lagi.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (4:1-11)  
"Orang-orang Israel terpukul kalah dan tabut Allah dirampas."
Sekali peristiwa, orang Israel maju berperang melawan orang Filistin. Orang Israel berkemah dekat Eben Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek. Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu. Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel, “Mengapa Tuhan membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil tabut perjanjian Tuhan dari Silo, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.” Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo. Mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian Tuhan semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub. Kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu. Segera sesudah tabut perjanjian Tuhan sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar. Mendengar bunyi sorak itu orang Filistin berkata, “Apakah arti sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?” Ketika mereka tahu bahwa tabut Tuhan telah sampai ke perkemahan itu, ketakutanlah orang Filistin. Kata mereka, “Allah mereka telah datang ke perkemahan itu. Celakalah kita, sebab hal seperti itu belum pernah terjadi. Celakalah kita! Siapakah yang akan menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Allah ini jugalah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai tulah di padang gurun. Akan tetapi, hai orang Filistin, kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti anak laki-laki, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!” Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri, masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan infantry. Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.

Mazmur Tanggapan
Ref. Bebaskanlah kami, ya Tuhan, demi kasih setia-Mu.
Ayat. (Mzm 44:10-11.14-15.24-25)
1.      Ya Allah, Engkau kini membuang kami dan membiarkan kami kena umpat; Engkau tidak lagi maju bersama dengan bala tentara kami. Engkau membuat kami mundur dipukul lawan, dan dirampok oleh orang-orang yang membenci kami.
2.      Engkau membuat kami menjadi celaan tetangga, menjadi olok-olok dan cemoohan bagi orang-orang sekitar. Engkau membuat kami menjadi sindiran di antara bangsa-bangsa, suku-suku bangsa merasa geli melihat kami.
3.      Bangunlah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan? Bangkitlah! Jangan membuang kami terus-menerus! Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu? Mengapa tak Kauhiraukan penindasan dan himpitan yang menimpa kami?

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 5:42) 
Yesus mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit.
Tergerak hati kepada orang yang menderita adalah ciri Yesus. Setelah menyembuhkan seorang yang menderita sakit kusta, Dia melarangnya menyebarkan hal tersebut. Namun, karena sukacitanya, orang ini tidak tahan untuk tidak menyebarkan kemana-mana. 

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:40-45)
"Orang kusta lenyap penyakitnya dan menjadi tahir."
Sekali peristiwa, seorang sakit kusta datang kepada Yesus. Sambil berlutut di hadapan Yesus, ia mohon bantuan-Nya, katanya, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras, katanya, “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi orang itu pergi memeberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya ke mana-mana sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Yesus tinggal di luar kota di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

Renungan
Orang yang sakit kusta itu menderita lahir dan batin. Ia sungguh mengharapkan ada orang yang mau menolongnya. Hati Yesus pun tergerak oleh belas kasihan. Ia lalu berbuat sesuatu kepada orang yang sakit kusta itu. Sukacita akibat penyembuhannya membuat orang kusta itu tidak bisa menahan diri untuk menyampaikan berita gembira itu kepada orang lain, walau Yesus melarangnya. Bagi mereka yang mengandalkan Tuhan dan menyerahkan diri kepada-Nya pasti akan sembuh dan selamat. Beranikah kita mengandalkan Tuhan dalam hidup kita?

Antifon Komuni (Mrk 1:42)
Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu dan ia menjadi tahir. 

Doa Malam
Yesus, Engkaulah harapan dan tujuan hidupku satu-satunya. Buatlah agar aku makin percaya dan berharap pada belas kasihan-Mu, terlebih di saat aku sakit dan menderita. Amin. 





Rabu, 10 Januari 2018

Hari Biasa Pekan I
Semua melihat Bapa di dalam Putra, sebab Putra itu penampakan dari Bapa. --- St. Ireneus

Antifon Pembuka (Mzm 40:7-8a)
Kurban dan persembahan tidak Kaukehendaki, tetapi Engkau telah membuka telingaku.

Doa Pembuka
Allah Bapa sumber kebahagiaan, semoga kami memahami tugas panggilan kami melalui Yesus, Putra-Mu terkasih, agar kami pantas memasuki kerajaan-Mu yang merupakan jalan kebahagiaan kami serta kebijaksanaan hidup kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (3:1-10.19-20)  
   
"Bersabdalah ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan."
  
Samuel yang masih muda menjadi pelayan Tuhan di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu Tuhan jarang menyampaikan sabda-Nya; penglihatan-penglihatan pun tidak sering terjadi. Pada suatu hari, Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya. Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci Tuhan, tempat tabut Allah. Lalu Tuhan memanggil, “Samuel! Samuel!” Samuel menjawab, “Ya Bapa.” Lalu berlarilah ia kepada Eli, dan berkata, “Ya Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata, “Aku tidak memanggil; tidurlah kembali.” Samuel pergi dan tidur lagi. Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, “Ya, Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata, “Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali.” Waktu itu Samuel belum mengenal Tuhan; sabda Tuhan belum pernah dinyatakan kepadanya. Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, “Ya Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu. Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel, “Pergilah tidur, dan apabila engkau dipanggil lagi, katakanlah: “Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.” Maka pergilah Samuel, dan tidurlah ia di tempat tidurnya. Lalu datanglah Tuhan, berdiri di sana, dan memanggil seperti yang sudah-sudah, “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab, “Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.” Samuel semakin bertambah besar, dan Tuhan menyertai dia. Tidak ada satu pun dari sabda Tuhan itu yang dibiarkannya gugur. Maka tahulah seluruh Israel, dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi Tuhan.

Mazmur Tanggapan, do = f, 4/4, PS 850
Ref. Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.
Ayat. (Mzm 40:2.5.7-8a.8b-9.10; Ul: 8a.9a)
1.       Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan yang tidak berpihak kepada orang-orang yang angkuh, atau berpaling kepada orang-orang yang menganut kebohongan!
2.       Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, “Lihatlah Tuhan, aku datang!”
3.       Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.
4.       Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 10:27)
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:29-39)
  
"Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit."
    
Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit, dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Keesokan harinya, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi keluar. Ia pergi ke tempat yang sunyi, dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus. Waktu menemukan Yesus, mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.” Jawab Yesus, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea, memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Renungan

Peranan Hana yang istimewa terbaca dalam Samuel anaknya. ANaknya dididik dalam hubungan dengan Allah sebagai orang beriman. Ia mempersembahkan anaknya ke kenisah. Kemudian menyerahkan sebagai bujang yang mengabdi pada kenisah. Kepekaan membaca rencana dan kehendak Allah dikembangkan bersama Eli sang imam yang mendidiknya. Ibu ini berperan besar dalam pendidikan dan pembinaan nilai-nilai religius bagi anaknya. Tidak mengherankan bahwa anaknya kemudian berani menyatakan kata-kata ini: bersabdalah ya Tuhan, hambamu ini mendengarkan. Kesediaan untuk mendengarkan sabda Tuhan dipupuk oleh ibu Hana.
Hana juga menjadi gambar betapa rawan kehidupan perempuan. Ia dimadu. Meski tetap disayangi, namun situasinya tetap tidak menguntungkan. Ia dipandang sebagai obyek reproduksi, dan sering dalam pengertian sempit: melahirkan anak. Apakah seorang ibu hanya bisa dipahami demikian? Bukankah reproduksi harus dipahami secara lebih menyeluruh dan luas? Peranan perempuan terletak di sini: menampikan karya Allah yang menyuburkan, mendewasakan, dan mengembangkan.
Hana juga tampil sebagai perintis masa depan yang baru. Ia memberikan kesempatan pembaruan itu dalam diri anaknya. Anak inilah yang kemudian tampil sebagai hakim dan nabi yang memperbarui kehidupan bangsa dan negara. Tuhan bersabda tidak hanya melalui para penulis Kitab Suci, tetapi juga bersabda melalui ciptaan-ciptaan-Nya yang terus bertumbuh dan berkembang, dan.tentu saja dalam diri manusia, yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citra Allah. Bila kita membaca buku atau majalah dibutuhkan sikap mendengarkan atau kerendahan hati, demikian juga setiap kali harus menghadapi hal-hal atau sesuatu yang baru (teman, pekerjaan, tugas, lingkungan, dst…), tanpa rendah hati dan sikap mendengarkan kita tidak akan tumbuh berkembang sebagai manusia beriman sebagaimana diharapkan atau dikehendaki oleh Tuhan.  




Minggu, 17 Desember 2017
Hari Minggu Adven III
Kita semua percaya akan Kristus, dan mengharapkan keselamatan di dalam Dia. (St. Agustinus)

Antifon Pembuka (Flp 4:4-5)
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah! Sebab Tuhan sudah dekat.
   
Doa Pagi
Ya Allah Bapa kami, Engkau memperbarui dunia dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Kami mohon, teguhkanlah iman, harapan dan kasih kami untuk menyongsong kedatangan Putra-Mu, sehingga kami pun benar-benar diperbarui. Sebab Dialah Tuhan kami, Yesus Kristus, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (61:1-2a.10-11)
"Aku bersukaria di dalam Tuhan."
Kata nabi, “Roh Tuhan ada padaku, sebab ia telah mengurapi aku. Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati. Aku diutus untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara. Tuhan Allah berkenan kepadaku untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan Allah kita. Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku. Sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin pria mengenakan hiasan kepala, dan seperti pengantain wanita memakai perhiasan. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa.”
 
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Luk 1:46-54; Ul: Yes 61:10b)
1.      Aku mengagungkan Tuhan, hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.
2.      Mulai sekarang aku disebut yang bahagia oleh sekalian bangsa. Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa; kuduslah nama-Nya.
3.      Kasih sayang-Nya turun-temurun kepada orang yang takwa. Perkasalah perbuatan tangan-Nya; diceraiberaikan-Nya orang yang angkuh hatinya.
4.      Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta, yang hina dina diangkat-Nya. Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan; orang kaya diusir-Nya dengan tangan kosong.
5.      Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel, hamba-Nya. Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya untuk selama-lamanya.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (1Tes 5:16-24)
"Semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tidak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita."

Saudara-saudara, bersukacitalah senantiasa! Tetaplah berdoa dan mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kamu di dalam Kristus Yesus. Jangan padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat! Ujilah segala sesuatu, dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya, dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia; maka Ia pun akan menggenapinya.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, Kanon, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yes 61:1)
Roh Tuhan ada padaku. Ia mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:6-8.19-28)
"Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal."
  
Datanglah seorang yang diutus Allah namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Yohanes sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, “Siapakah Engkau?” Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias!” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Yohanes menjawab, “Bukan!” Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawab Yohanes, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan, seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya. Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepada Yohanes, “Mengapa engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab kepada mereka, “Aku membaptis dengan air, tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Hal itu terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.

Renungan
Seperti apa kita sendiri menghadapi persoalan-persoalan dalam hidup? Apakah kita cepat bingung? Apakah kita gampang stres? Nyatanya, semua orang punya problem! Selain itu, masih lebih banyak lagi yang memiliki masalah yang jauh lebih berat dari yang kita hadapi. Akan tetapi, ketika mengalami kesulitan, kita malah jadi tinggi hati. Kita mencari-cari 'penyelesaian' atau tepatnya memaksa pertolongan dari orang-orang tertentu yang kadang memang tidak bisa menolong kita. Namun, kita terus mendesak supaya mereka menolong kita. Jika perlu, dengan menimpakan 'kesalahan' pada orang lain, supaya orang tersebut merasa sungka, dan terpaksa melakukan yang kita minta. 

Apakah dengan demikian lantas kita merasa puas? Apakah kita senang berhasil memaksa orang? Jika itu terjadi, tentu sungguh mengherankan. Kita meminta tolong, tetapi memaksa. Kita membuat orang jadi 'mesias prematur', keliru, hanya karena kita tidak mengenali Mesias yang sesungguhnya, yang setiap saat berdiri di sebelah kita! Kita seperti orang yang mau menyeberang jalan, tetapi tidak melihat terlebih dahulu ke kanan dan ke kiri. Pada saat itu, kita adalah orang yang mungkin paling 'tidak relevan' berada di tempat kita berada. 

Yohanes Pembaptis tidak memaksa Yesus tampil sebelum waktunya. Yohanes tahu bahwa Yesus akan hadir di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat pula. Yohanes memilih untuk 'melindungi' Yesus dengan nyawanya sendiri. Ia menghadapi sendiri risiko di penjara, supaya nanti Yesus bisa muncul di depan umum, dan dikenali sebagai Mesias yang sesungguhnya. Yang ditunjukkan Yohanes ini sungguh merupakan persahabatan yang luar biasa! 

Ketika kita masih menantikan perayaan Natal, apakah kita sudah belajar mengenali Mesias di sebelah kita? Apakah kita sungguh tahu cara-Nya hadir di tengah-tengah kita? Atau sebaliknya, kita masih sibuk memaksa orang lain menjadi 'penyelamat' kita? Jika itu yang masih kita lakukan, kita akan lebih banyak lagi kecewa di masa penantian ini. Mesias tidak lahir dengan terpaksa. Ia hanya akan hadir dan membawa sukacita, kalau kita belajar peka, mengenali-Nya yang sebenarnya sudah berdiri di antara kita.

Antifon Komuni (bdk. Yes 35:4)
Katakanlah kepada yang tawar hati: Tabahkanlah hatimu dan jangan takut. Lihatlah, Tuhan akan datang menyelamatkan kita.

PENGUMUMAN PENTING: Tahun ini, umat beriman memiliki kewajiban ganda pada akhir pekan Natal. Ada kewajiban untuk menghadiri Misa hari Minggu pada hari Minggu Ke-4 Adven dan sebuah kewajiban untuk menghadiri Misa pada hari Natal. Setiap Misa yang dirayakan pada tanggal 23-24 Desember berakhir sebelum pukul 16.00 pada tanggal 24 Desember memenuhi kewajiban untuk Minggu Keempat Adven.
Setiap Misa dirayakan pada tanggal 24 Desember setelah pukul 16.00 sore adalah sebuah Misa Natal dan memenuhi kewajiban untuk menghadiri misa pada hari Natal.

Sabtu, 16 Desember 2017
Hari Biasa Pekan II Adven
“Oleh karena cinta dan kuasa-Nya, Ia yang tunggal mempersatukan banyak orang pada Diri-Nya.” (Beato Ishak dari Stella)

Antifon Pembuka (Mzm 79:4.2)
Datanglah, ya Tuhan, tampakkanlah wajah-Mu, maka selamatlah kami.

Doa Pembuka
Allah Bapa Mahakuasa, terbitkanlah cahaya kemuliaan-Mu dalam hati kami dan usirlah kegelapan malam. Semoga pada saat Putra-Mu datang, nyatalah kami ini putra-putri cahaya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Elia dipuji sebagai nabi yang penuh kuasa. Atas kuasa Allah, ia bisa mendatangkan kelaparan. Ia juga memulihkan suku Yakub. Berbahagialah mereka yang melihat Elia.

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (48:1-4.9-11)    
"Elia akan datang lagi."
Dahulu kala tampillah Nabi Elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang mendatangkan kelaparan atas orang Israel, dan karena geramnya, jumlah mereka dijadikannya sedikit. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mukjizatmu! Siapa dapat memegahkan diri sama dengan dikau? Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda berapi. Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. Berbahagialah orang yang telah melihat engkau, dan yang meninggal dalam kasih.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 802
Ref. Bangkitkanlah, ya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
Atau: Ya Allah, pulihkanlah kami. Buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.
Ayat. (Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19; R: lh4)
1.      Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
2.      Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
3.      Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu. Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Lukas 3:4.6)
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.

Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.
Yesus menyebut Yohanes sebagai Elia. Akan tetapi, orang-orang tidak mengenalnya. Demikian juga Anak Manusia akan mengalami hal yang sama. Ia akan menderita karena umat-Nya.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (17:10-13)
"Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia."
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya turun dari gunung, para murid bertanya kepada-Nya, “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Yesus menjawab, “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. Dan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian pula Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

Renungan
Kedekatan Nabi Elia dengan Allah membuat dia dapat melakukan tanda-tanda ajaib. Sayangnya, upaya Elia untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya dan untuk memulihkan segala kedurhakaan manusia terhadap Allah tidak ditanggapi oleh orang pada zamannya. Begitu juga dengan Yesus yang sudah datang, mewartakan Kerajaan Allah dan memulihkan segala sesuatu, tetapi ditolak oleh ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi. Tegar hati berarti ruang hati manusia dikuasai oleh kejahatan dan tidak mau menerima kehadiran Allah di dalam hidupnya. Apakah aku juga orang yang tegar hati? Cuek (acuh tak acuh) terhadap kebaikan?

Antifon Komuni (Bdk. Why 22:12)
Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Doa Malam
Allah Bapa yang kudus, perbaruilah diri kami untuk belajar mengenal Putra-Mu yang hadir dalam sesama kami. Semoga kepekaan kami untuk melihat dan merasakan kehadiran Putra-Mu dalam diri sesama, membuat kami semakin manusiawi terhadap sesama yang secitra dengan Engkau. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


Jumat, 15 Desember 2017
Hari Biasa Pekan II Adven
"Tata keselamatan Perjanjian Lama terutama dimaksudkan untuk menyiapkan kedatangan Kristus Penebus seluruh dunia." Meskipun kitab-kitab Perjanjian Lama "juga mencantum hal-hal yang tidak sempurna dan bersifat sementara, kitab-kitab itu memaparkan cara pendidikan ilahi yang sejati. ... Kitab-kitab itu mencantum ajaran-ajaran yang luhur tentang Allah serta kebijaksanaan yang menyelamatkan tentang peri hidup manusia, pun juga perbendaharaan doa-doa yang menakjubkan, akhirnya secara terselubung [mereka] mengemban rahasia keselamatan kita" (DV 15). (Katekismus Gereja Katolik, 122)


Antifon Pembuka
Lihatlah, Tuhan akan datang dengan mulia, mengunjungi umat-Nya dalam damai, dan memberi mereka hidup abadi.

Doa Pembuka
Allah Bapa Mahakuasa, perkenankanlah umat-Mu selalu berjaga sambil menantikan kedatangan Putra-mu. Semoga kami dengarkan nasihat Penyelamat kami, sehingga pada saat Ia datang, kami dapat menyongsong-Nya dengan pelita menyala. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (48:17-19)   
"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku."
Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, “Akulah Tuhan Allahmu, yang mengajarkan hal-hal yang berfaedah bagimu, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya. Nama mereka takkan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”

Mazmur Tanggapan
Ref. Barangsiapa mengikuti Engkau, ya Tuhan, akan mempunyai terang hidup.
Ayat. (Mzm 1:1-2.3.4.6; R:5a)
1.      Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2.      Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3.      Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, orang berdosa tidak akan betah dalam perkumpulan orang benar; sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan pasti datang. Sambutlah Dia! Dialah pangkal damai sejahtera.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:16-19)
"Mereka tidak mendengarkan Yohanes Pembaptis maupun Anak Manusia."
Yesus berkata kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya, ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak berkabung.’ Sebab Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan dan tidak minum, dan mereka berkata, ‘Ia kerasukan setan’. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang-orang berdosa’. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”
 
Renungan
Dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan orang yang "asal beda" dalam segala pendapat dan tindakan. Istilah Jawa, sikap seperti itu dikatakan "waton sulaya". Orang yang demikian selalu menyimpang dari pendapat bersama. Tidak ada dasar dan alasan yang kuat, tetapi segalanya dilakukan untuk sesuatu yang tidak jelas. Ia selalu mencari celah yang tidak dipikirkan orang atau yang bertentangan dengan pendapat yang sudah diambil. Apakah untuk mencari sensasi? Atau sekadar untuk menambah persoalan? Tidak jelas juga. 

Orang-orang yang seperti itu rupanya sejak zaman Yesus juga sudah ada. Ia selalu berkomentar yang negatif atas segala yang terjadi. Seperti anak kecil, yang diajak tidak mau, kalau ditinggal rewel. Yohanes tidak makan dan minum dikatakan kerasukan setan. Sedangkan Yesus makan dan minum dikatakan seorang pelahap dan peminum.

Menghadapi orang yang demikian itu, kata orang Jawa lagi, "sing waras ngalah" (yang sehat mengalah). Lebih baik tidak usah ditanggapi, dan dibiarkan. APa yang kita anggap baik, jalan terus. Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.
  
Antifon Komuni (Bdk. Flp 3:20-21)
Kami menantikan penyelamat, Tuhan Yesus Kristus, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.

 

Kamis, 14 Desember 2017
Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja
Di dalam Kristus ada lubuk-lubuk dalam yang masih harus didugai, yang selamanya tidak akan habis-habisnya. (St. Yohanes dari Salib)

Antifon Pembuka (Gal 6:14)
Tiada yang kubanggakan, selain salib Tuhan kita Yesus. Karena Dia, dunia tersalib bagiku dan aku bagi dunia. 
  
Doa Pembuka
Allah Bapa Mahamulia, Santo Yohanes, imam-Mu, telah mengingkari diri dan amat mencintai salib Kristus. Semoga kami mengikuti teladannya, agar Kauperkenankan memandang kemuliaan-Mu yang kekal. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


Allah menegaskan Diri-Nya sebagai Penyelamat umat-Nya. Ia akan menyertai Israel keluar dari kesusahan. Allah tidak akan meninggalkan umat Israel..

Bacaan dari Kitab Yesaya (41:13-20)   
"Yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel."
Aku ini Tuhan, Allahmu. Aku memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu, “Janganlah takut. Akulah yang menolong engkau.” Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah sabda Tuhan; dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru dengan gigi dua jajar. Engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya; bukit-bukit pun akan kaubuat seperti sekam. Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau akan bersorak-sorak dalam Tuhan dan bermegah dalam Yang Mahakudus, Allah Israel. Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan. Tetapi Aku, Tuhan, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel, aku tidak akan meninggalkan mereka. Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata air membual di tengah dataran. Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga, dan memancarkan air dari tanah kering. Aku akan menanam pohon ara di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak. Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta cemara di sampingnya, supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan Tuhanlah yang membuat semuanya itu, dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
Ayat. (Mzm. 145: 9,10-11,12-13ab, R: 8)
1.      Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku, aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
2.      Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan Kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
3.      Untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yes 45:8)
Hai langit, turunkanlah embunmu, hai awan, hujankanlah keadilan. Hai bumi, bukalah dirimu, dan tumbuhkanlah keselamatan.

 
Yesus memuji Yohanes Pembaptis. Yohanes dipuji sebagai orang besar. Hanya orang yang terkecil dalam Kerajaan Surga dapat mengalahkan kebesaran Yohanes.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:11-15)
"Tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis."
Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang banyak, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Namun, yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripadanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga dirongrong, dan orang yang merongrongnya mencoba menguasainya. Sebab semua kitab para nabi dan kitab Taurat, bernubuat hingga tampilnya Yohanes. Dan jika kalian mau menerimanya, Yohanes itulah Elia yang akan datang itu. Barangsiapa bertelinga hendaklah ia mendengar!”
 
Renungan
Yakub dan Israel berjaya karena tangan Tuhan menyertai mereka. Israel tidak perlu takut karena Tuhan akan membuat segalanya menjadi baru. Santo Yohanes dari Salib mengadakan pembaruan di dalam kehidupan para Karmelit karena baginya Tuhan adalah segalanya. Ia mengajarkan agar segala yang bukan Allah harus disingkirkan. Ia tidak mundur selangkah pun meski mendapat banyak tantangan dari saudara se-Ordo. Ia terus melanjutkan pembaruan hidup rohani dengan menekankan bahwa orang hanya dapat mencapai kesempurnaan bila ia menyangkal diri dan mengosongkan diri dari segala yang bukan Tuhan. 
   
Antifon Komuni (Mat 16:24)
Barangsiapa ingin menjadi murid-Ku, hendaklah ia menyangkal diri, memanggul salibnya dan mengikuti Aku.

Doa Malam
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk senantiasa menghargai para pemimpin yang telah Engkau pilih sendiri. Buatlah agar aku turut mendukung rencana baik mereka dan berani bersikap dengan benar bila terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang aku pikirkan dan inginkan. Amin.

 

Rabu, 13 Desember 2017
Peringatan Wajib St. Lusia, Perawan dan Martir
“Mereka yang murni hatinya adalah bait Roh Kudus” (St. Lusia)


Antifon Pembuka
Inilah martir sejati yang bersedia menumpahkan darah untuk membela nama Kristus. Ia tidak takut terhadap ancaman di pengadilan. Kerajaan Surga kini menjadi miliknya.

Doa Pagi
Allah Bapa sumber cahaya abadi, dengarkanlah kiranya kami berkat bantuan Santa Lusia, perawan dan martir-Mu. Semoga kemuliaannya yang kami peringati di dunia, kelak kami saksikan pula di surga. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Doa Pembuka
Allah Bapa Mahakuasa, Engkau telah memanggil kami untuk menimba kekuatan baru. Perkenankanlah kami memperhatikan Sabda-Mu, ialah Yesus yang terurapi, yang telah sudi menjadi cahaya hidup kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (40:25-31)
"Tuhan yang mahakuasa memberikan kekuatan kepada yang lelah."
Yang Mahakudus berfirman, “Dengan siapa kalian hendak menyamakan Daku? Siapa yang setara dengan Daku? Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah! Siapa yang menciptakan semua bintang itu? Siapa yang menyuruh mereka ke luar seperti tentara, sambil memanggil nama mereka masing-masing? Tidak ada satu pun yang tidak hadir, sebab Dia itu Mahakuasa dan Mahakuat. Hai Yakub, hai Israel, mengapa engkau berkata begini, ‘Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hatiku tidak diperhatikan Allahku?’ Tidakkah engkau tahu, dan tidakkah engkau mendengar? Tuhan itu Allah yang kekal, yang menciptakan alam semesta. Tuhan tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Pengertian-Nya tidak terduga. Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada mereka yang tidak berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung. Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lesu. Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/2, PS 835
Ref. Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
atau Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.
Ayat. (Mzm 103:1-2.3-4.8-10)
1.      Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
2.      Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!
3.      Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan akan datang menyelamatkan umat-Nya. Berbahagialah orang yang menyongsong Dia
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:28-30)
"Datanglah kepada-Ku kalian yang letih lesu."
Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah-lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
 
Renungan
Di tengah hiruk pikuk dunia yang penuh dengan berbagai isu kesenjangan sosial, gesekan antarkelompok dan ujaran kebencian, isu perpecahan bangsa, ketidakstabilan ekonomi, bahkan isu perang dunia, manusia zaman sekarang semakin mudah merasa lelah. Sementara dalam keluarga sendiri, tantangan untuk bertahan hidup dan mendidik anak-anak tidak semakin mudah. 
Namun hari ini Tuhan menyapa kita semua, "Datanglah kepada-Ku, hai kalian yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada-Mu." Tuhan tahu gelisahnya kita, lelahnya kita dan bahkan kerinduan kita untuk sejenak menarik nafas dan beristirahat. Betapa bahagianya kita ketika Tuhan memanggil kita untuk menerima kelegaan dari-Nya.

Kuk yang selama ini membebani kita mungkin bukanlah kuk yang tepat. Bukan dalam arti bahwa Tuhan hendak mengganti beban hidup kita dengan beban yang lain. Kuk yang ditawarkan Yesus adalah cara kita memandang dan menghadapi berbagai persoalan hidup kita. Yesus menampilkan diri-Nya sebagai teladan yang dari-Nya kita bisa belajar, bagaimana menyikapi berbagai problematika. "Aku ini lemah lembut dan rendah hati." Lemah lembut dan rendah hati Yesus bukanlah sifat yang menjadikan kita lunak dan mudah patah arang, melainkan senantiasa berpikir jernih dan tidak menanggapi segala sesuatu dengan marah dan frustasi. Rendah hati menuntun kita untuk senantiasa memandang Bapa sebagai Sang Mahasumber kehidupan. Kepada-Nyalah kita berserah dan menimba kekuatan. Kedua sifat ini terbukti nyata sampai akhir hayat Yesus ketika menderita sengsara sampai wafat di salib. 

Inilah jati diri kita sebagai seorang pengikut Kristus. Pengikut Kristus bukanlah orang yang dengan mudahnya mengumbar amarah karena hinaan orang. Yesus telah rela menanggung segala bentuk penghinaan, dan terbukti bahwa penghinaan yang paling keji sekalipun tidak dapat mengalahkan kemuliaan-Nya sebagai Raja. Maka kita pun yang telah ditebus-Nya turut menikmati kemuliaan tersebut. Kita pernah tersulut karena sebuah hinaan, karena kemuliaan iman kita adalah kemuliaan Allah yang Mahamulia. Justru kemuliaan itu mengantar kita pada sukacita Kabar Gembira keselamatan Tuhan, sukacita yang tak mungkin dirampas oleh siapa pun. Datanglah kepada Tuhan, bersyukurlah dan pujilah Tuhan, sebab sedemikian besar kasih-Nya bagi kita sehingga kita boleh merasakan sukacita surgawi, bahkan ketika kita masih berziarah di bumi. Sukacita Tuhan menenangkan hati dan mengubah kita menjadi tanda kehadiran Allah di dunia dengan senantiasa menebarkan kasih, kedamaian dan harapan. 
   
Antifon Komuni (Yoh 14:21-23)
Barangsiapa mencintai Aku, dicintai Bapa-Ku. Kami akan datang dan tinggal padanya.


Selasa, 12 Desember 2017
Hari Biasa Pekan II Adven
“Janganlah khawatir mengenai apa pun, bukankah aku ada di sini? Aku, yang adalah bundamu! Bukankah engkau ada dalam perlindunganku?.” (SP. Maria dari Guadalupe)

Antifon Pembuka (Za 14:5.7)
Tuhan pasti akan datang, diiringi semua orang kudus, bersinarkan cahaya gemilang.
   
Doa Pembuka
Ya Allah, Engkau telah menunjukkan keselamatan-Mu kepada segala ujung bumi. Semoga kami senantiasa berharap dalam sukacita sambil menantikan kelahiran Kristus, Putra-Mu. Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    
Yesaya menubuatkan penghiburan bagi Israel. Tuhan sendiri akan datang untuk melakukannya. Karena itu, Israel diminta untuk menyiapkan diri menyongsong kedatangan Tuhan.
     
Bacaan dari Kitab Yesaya (40:1-11)
"Allah menghibur umat-Nya."
Beginilah firman Tuhan, “Hiburlah, hiburlah umat-Ku! Tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali lipat karena segala dosanya.” Ada suara berseru, “Siapkanlah di padang gurun jalan bagi Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, setiap gunung dan bukit harus diratakan. Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi rata, dan yang berlekak-lekuk menjadi datar. Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama! Sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.” Terdengarlah suatu suara, “ Berserulah!” Jawabku, “Apa yang harus kuserukan?” Serukanlah: Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, apabila Tuhan menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda, “Lihat, itu Allahmu!” Lihat, itu Tuhan Allah! Ia datang dengan kekuatan, dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan ternak-Nya dan menghimpunkan-Nya dengan tangan-Nya. Anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Mazmur Tanggapan
Ref. Lihat, Tuhan datang dengan kekuatan!
Ayat. (Mzm 96:1-2.3.10ac.11-12.13)
1.      Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya, kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang daripada-Nya.
2.      Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."
3.      Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
4.      Bersukacitalah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Hari Tuhan sudah dekat, Ia datang sebagai penyelamat.
Lewat perumpamaan, Yesus mengungkapkan misi-Nya. Ia datang untuk mencari umat-Nya yang tersesat. Ia datang untuk menyelamatkan domba-domba-Nya.
    
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:12-14)
"Bapamu tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang."
    
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Bagaimana pendapatmu? Jika seseorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang 99 ekor di pegunungan, lalu pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika ia berhasil menemukannya, lebih besarlah kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang sembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian pula Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

Renungan
Ketika kita mengalami pengampunan dari Allah, yang ada hanyalah nyanyian sukacita. Rasa sedih dan takut hilang lenyap tak berbekas. Rasa syukur menjadi seruan yang tak henti-hentinya karena Bapa di surga tidak berkenan satu pun dari kita hilang. Kegembiraan dan sorak-sorai akan dialami oleh siapa saja yang mempersiapkan diri ke dalam kerahiman Allah. Kehidupan yang gersang berubah menjadi subur dan segar. Inilah tanda orang yang sudah berdamai kembali dengan Allah. Apakah aku setia bergaul dengan firman Tuhan? Adakah damai di dalam hatiku?
    
Antifon Komuni (Bdk. 2Tim 4:8)
Hakim hanya akan memberikan mahkota kebenaran kepada orang-orang yang merindukan kedatangan-Nya.
    


Doa Malam
Bapa kami yang ada di surga, Engkau tidak menghendaki seorang pun di antara kami yang tersesat dan hilang, maka dengan sabar Engkau akan mencari dan menemukan kami kembali. Biarlah tangan kami selalu Kautuntun dan Kaubimbing ke tempat yang Kaukehendaki. Amin. 
   
Senin, 11 Desember 2017
Hari Biasa Pekan II Adven
“Mengenai misteri Allah dalam Yesus Kristus dan Gereja-Nya. Tanpa aktivitas teologis yang sehat dan kuat, Gereja berisiko [mengalami] kegagalan dalam memberikan ekspresi penuh mengenai harmoni antara iman dan akal budi.” (Paus Benediktus XVI)
    
Antifon Pembuka (Yer 31:10; Yes 35:4)
Dengarkanlah sabda Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan wartakanlah sampai ke batas bumi: Janganlah takut! Lihat, Penebus kita akan datang.

Doa Pembuka
Allah Bapa Mahabaik, semoga doa permohonan kami naik ke hadirat-Mu. Perkenankanlah kami mengabdi pada-Mu dengan hati tulus ikhlas, agar kami layak menyambut misteri penjelmaan Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (35:1-10)
"Allah sendiri yang menyelamatkan kamu."
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron akan diberikan kepadanya; Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, “Kuatkanlah hatimu, jangan takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kalian!” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang yang hangat akan menjadi kolam dan tanah gersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebut Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, Pelog Bem, PS 815
Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.
atau
Ref. Allah sendiri datang menyelamatkan kita.
Ayat. (Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14)
1.      Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya. Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2.      Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3.      Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yes 33:22) 
Lihat, raja kita, Tuhan semesta alam, datang!

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:17-26)
"Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan."
Pada suatu hari, ketika Yesus sedang mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Yesus, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Maka datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur. Mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Tetapi karena banyaknya orang di situ, mereka tidak dapat membawa masuk. Maka mereka naik ke atap rumah dan membongkar atap itu. Kemudian mereka menurunkan si lumpuh ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia, “Hai Saudara, dosamu sudah diampuni.” Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hati, “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu Ia berkata kepada mereka, “Apa yang kalian pikirkan dalam hati? Manakah lebih mudah mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan, ‘Bangunlah dan berjalanlah’? Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” Lalu Yesus berkata kepada si lumpuh, “Aku berkata kepadamu: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumah!” Seketika itu juga bangunlah orang itu di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang takjub, lalu memuliakan Allah. Mereka amat takut dan berkata, “Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan.”
 
Renungan
Injil hari ini berkisah tentang Tuhan Yesus yang luar biasa. Coba bayangkan, banyak sekali orang yang datang dari desa-desa Galilea, Yudea, dan Yerusalem, mendengarkan ajaran Tuhan. Ada orang lumpuh yang digotong untuk minta disembuhkan. Saking melimpahnya manusia, mereka tak bisa sampai di hadapan Yesus. Akhirnya mereka membongkar atap rumah dan menurunkan orang lumpuh itu beserta tempat tidurnya tepat di depan Yesus. Tuhan bertindak dan orang lumpuh itu bisa berjalan lalu pulang sambil membawa tempat tidurnya dengan memuliakan Allah. 

Orang lumpuh bisa berjalan berkat usaha keras dan kerja-sama banyak orang yang membawanya di depan Yesus. Tanpa mereka, orang lumpuh tak bisa sampai pada Yesus dan berjalan. Karya penyembuhan Yesus masih tetap berlangsung sampai sekarang. Tidak seperti Ponari, yang penyembuhannya terhenti. 

Kiranya Yesus pernah menyembuhkan kelumpuhan hidup kita. Dengan pengalaman disembuhkan hendaknya kita rela juga untuk menggotong mereka yang lumpuh agar mereka sampai kepada Yesus.    

Antifon Komuni (Mzm 106:4-5; Yes 38:3)
Datanglah, ya Tuhan, kunjungilah kami dengan damai-Mu, 
agar kami sebulat hati bersukacita di hadapan-Mu. 


JUMAT, 08 DESEMBER 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda
Cintai bunda kita. Dan ia akan memperoleh rahmat yang berlimpah-limpah untuk membantumu untuk mengalahkan pergumulanmu sehari-hari. (St. Josemaria Escriva)

Antifon Pembuka (Yes 61:10)
Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku. Sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan padaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti mempelai laki-laki mengenakan perhiasan kepala.

Pengantar

Pada tanggal 8 Desember 1854, Paus Pius IX mengumumkan Dogma Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (Ineffabilis Deus), yang bunyinya antara lain sebagai berikut: Dengan inspirasi Roh Kudus, untuk kemuliaan Allah Tritunggal, untuk penghormatan kepada Bunda Perawan Maria, untuk meninggikan iman Katolik dan kelanjutan agama Katolik, dengan kuasa dari Yesus Kristus Tuhan kita, dan Rasul Petrus dan Paulus, dan dengan kuasa kami sendiri: "Kami menyatakan, mengumumkan dan mendefinisikan bahwa doktrin yang mengajarkan bahwa Bunda Maria yang terberkati, seketika pada saat pertama ia terbentuk sebagai janin, oleh rahmat yang istimewa dan satu-satunya yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Besar, oleh karena jasa-jasa Kristus Penyelamat manusia, dibebaskan dari semua noda dosa asal, adalah doktrin yang dinyatakan oleh Tuhan dan karenanya harus diimani dengan teguh dan terus-menerus oleh semua umat beriman."

Pada Misa hari ini ada Madah Kemuliaan dan Syahadat
Doa Pembuka
Ya Allah, dalam diri Perawan Maria yang dikandung tanpa noda, Engkau telah menyiapkan kediaman yang layak bagi Putra-Mu. Sebagaimana Engkau telah membeaskan dia dari setiap noda dosa, semoga berkat doanya Engkau pun memperkenankan kami sampai kepada-Mu dalam keadaan suci murni. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Bacaan dari Kitab Kejadian (3:9-15.20)
"Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunan wanita itu."
Pada suatu hari, di Taman Eden, setelah Adam makan buah pohon terlarang, Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, “Di manakah engkau?” Ia menjawab, “Ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Lalu Tuhan berfirman, “Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu, “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu, “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu, “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan! Dengan perutmulah engkau akan menjalar, dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu! Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, antara keturunanmu dan keturunannya. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
Ayat. (Mzm 98:1.2-3ab.3bc-4; Ul: lh.1ab)
1.      Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2.      Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3.      Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

Bacaan Kedua
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (1:3-6.11-12)
"Di dalam Kristus, Allah telah memilih kita."
Saudara-saudara, terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di surga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semua untuk menjadi anak-anak-Nya oleh perantaraan Yesus Kristus, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia yang dikasihi-Nya. Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan Allah, yakni kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut kepuusan kehendak-Nya. Dengan demikian kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, ditentukan-Nya supaya menjadi pujian bagi kemuliaan-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 2/2, PS 957
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 1:28, 2/4)
Salam Maria, penuh rahmat; Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:26-38)
"Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki."
Dalam bulan yang keenam Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku tidak bersuami?” jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan
Pada hari ini Gereja Katolik merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda. Melalui dogma ini, Gereja Katolik menyatakan bahwa sejak dikandung, Maria bebas dari noda dosa. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa Santa Perawan Maria dipilih sebagai Bunda Yesus Sang Penebus. Allah menunjukkan kerahiman dan kemurahan hati-Nya kepada Maria supaya hatinya tidak tercemar oleh dosa. 
Bacaan Injil hari ini juga menunjukkan kerahiman dan kemurahan hati Allah Bapa. Sebagaimana Ia mengaruniakan Adam baru yakni Yesus Kristus sebagai satu-satunya Penebus kita, Allah juga menyatakan Hawa baru yaitu Bunda Maria, kepada kita. 
Santa Perawan Maria adalah wanita kudus yang menerima kabar sukacita. Kekudusannya tampak dalam kerendahan hatinya, kesiapan untuk menolong semua orang. Ia menyimpan segala perkara di dalam hatinya. Santa Perawan Maria menjadi inspirator kekudusan kita. Ia terikat dengan Yesus yang Mahakudus. Santa Perawan Maria tidak dapat dipisahkan dari Putranya.
Perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda menjadi kekuatan bagi kita untuk berjalan bersamanya. Kita diundang menuju kepada Yesus dan ikut merasakan kerahiman Tuhan Allah. Ad Iesum per Mariam (menuju kepada Yesus melalui Bunda Maria). Santa Perawan Maria yang dikandung tanpa noda dosa mendoakan kita sekarang hingga ajal menjemput untuk merasakan kemurahan hati, dan kerahiman Bapa.

Antifon Komuni (Mzm 87:3; Luk 1:49)
Hal-hal mulia dikatakan tentang engkau, ya Maria, sebab dari padamu telah lahir surya kebenaran, yaitu Kristus, Tuhan kita.



KAMIS, 07 DESEMBER 2017

Peringatan Wajib St. Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja
“Jika kamu minta sesuatu kepada Tuhan untuk dirimu sendiri, kamu hanya berdoa untuk dirimu sendiri.” (St. Ambrosius)
  
Antifon Pembuka (1 Sam 2:35)
Tuhan bersabda, "Seorang imam akan kuangkat bagi-Ku. Ia setia pada-Ku dan bertindak menurut maksud dan keinginan-Ku."

Doa Pembuka
Allah Bapa, pembela umat beriman, Engkau mengangkat Santo Ambrosius menjadi uskup. Bangkitkanlah kiranya di dalam Gereja-Mu pemimpin-pemimpin yang kuat dan bijaksana. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 


Yesaya menubuatkan kejayaan Yehuda. Di kota itu akan terjadi kesukaan besar. Allah sendiri yang mewujudkannya.

Bacaan dari Kitab Yesaya (26:1-6)
"Bangsa yang benar dan tetap setia biarlah masuk."
Pada masa itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda, “Kita mempunyai kota yang kuat! Tuhan telah memasang tembok dan benteng untuk keselamatan kita. Bukalah pintu-pintu gerbangnya, agar masuklah bangsa yang benar dan yang tetap setia. Engkau menjaga orang yang teguh hatinya dengan damai sejahtera, sebab ia percaya kepada-Mu. Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal. Kota-kota di atas gunung telah ditaklukkan-Nya; benteng-benteng yang kuat telah dirobohkan-Nya, diratakan-Nya dengan tanah dan dicampakkan-Nya menjadi debu. Kaki orang-orang sengsara dan telapak orang-orang lemah akan menginjak-injaknya.”

Mazmur Tanggapan
Ref. Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan.
Atau. Alleluya
Ayat. (Mzm 118:1.8-9.19-21.25-27a)
1.      Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada manusia! Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada para bangsawan!
2.      Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah pintu gerbang Tuhan, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
3.      Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yes 55:6)
Carilah Tuhan, selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya, selama Ia dekat.

Iman bukanlah soal menyebutkan nama Tuhan. Iman adalah soal mendengarkan Sabda dan melakukannya. Mereka yang melakukannya adalah orang-orang bijaksana.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:21.24-27)
"Barangsiapa melakukan kehendak Bapa akan masuk Kerajaan Allah."
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan! Tuhan!’ akan masuk Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Semua orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Tetapi rumah itu tidak roboh sebab dibangun di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang membangun rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Maka robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Renungan
Membangun diri kita untuk mendapatkan keselamatan ibarat membangun benteng yang kokoh-kuat. Inilah yang terjadi di dalam diri orang yang membangun imannya dengan mengandalkan kekuatan Allah. Hidup imannya dapat dilihat dari keselarasan antara kata dan perbuatan. Orang bijak ini dipuji oleh Allah sendiri. Santo Ambrosius sudah ditawari menjadi uskup karena satu dalam kata dan perbuatan meskipun ia belum dibaptis. Setelah dibaptis, ia menerima jabatan uskup. Ia melibas pengaruh Arianisme dan membawa umat kepada iman yang benar. Bagaimana kehidupan imanku? Apakah aku satu dalam kata dan perbuatan?

Antifon Komuni (Yoh 15:16)
Bukannya kalian yang memilih Aku, melainkan Aku yang memilih kalian. Kalian telah Kutetapkan agar pergi dan berhasil dan hasilmu tinggal tetap.

Doa Malam 
Allah yang Maharahim, ajarilah aku supaya dalam hidup ini selalu mampu melakukan apa yang Engkau kehendaki dan Roh Kebijaksanaan menyertai langkah hidupku hari demi hari. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.  








RABU, 06 DESEMBER 2017

Hari Biasa Pekan I Adven


Pada kedatangan-Nya yang pertama Tuhan kelihatan di bumi dan hidup di antara manusia, ketika orang-orang melihat dan membenci Dia. (St. Bernardus, Abas)


Antifon Pembuka (Lih. Hab 2:1; 1Kor 4:5)
Tuhan akan datang dan tidak akan terlambat. Ia akan menerangi kita yang tersembunyi dalam kegelapan dan menyatakan diri-Nya kepada segala bangsa.

Doa Pembuka
Allah Bapa sumber sukacita, siapkanlah hati kami dengan kekuatan-Mu. Kiranya pada kedatangan Kristus Putra-Mu, kami diundang menghadiri perjamuan hidup kekal dan diperkenankan menyambut santapan suci yang dihidangkan oleh Yesus Kristus Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (25:6-10a)    
"Tuhan akan menghidangkan suatu jamuan, dan menghapus air mata dari wajah semua orang."
Di Gunung Sion Tuhan semesta alam akan menghidangkan bagi segala bangsa suatu jamuan dengan masakan mewah, dengan anggur yang tua benar; suatu jamuan dengan lemak dan sumsum dan dengan anggur tua yang disaring endapannya. Di atas gunung itu Tuhan akan mengoyakkan kain kabung yang diselubungkan kepada segala suku dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa. Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya, dan Ia akan menghapus air mata dari wajah semua orang. Aib umat-Nya akan Ia jauhkan dari seluruh bumi, sebab Tuhan telah mengatakannya. Pada hari itu orang akan berkata, “Sesungguhna, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan supaya menyelamatkan kita. Inilah Tuhan yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak sorai dan bersukacita karena keselamatan yang diadakan-Nya! Sebab tangan Tuhan akan melindungi gunung ini!”





Mazmur Tanggapan, do = es, 3/2, PS 849
Ref. Tuhanlah gembalaku, tak'kan kekurangan aku
Ayat. (Mzm 23:1-3a. 3b-4. 5. 6; 2/2)
1.      Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang dan menyegarkan daku.
2.      Ia menuntun aku di jalan yang lurus, demi nama-Nya yang kudus. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3.      Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan segala lawanku. Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh berlimpah.
4.      Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku seumur hidupku. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan akan datang menyelamatkan umat-Nya; berbahagialah orang yang menyongsong Dia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (15:29-37)
"Yesus menyembuhkan banyak orang sakit dan melipatgandakan roti."
Pada suatu ketika Yesus menyusuri pantai Danau Galilea, lalu naik sebuah bukit dan duduk di situ. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu, dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus, dan mereka semua disembuhkan-Nya. Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel. Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.” Para murid menyahut, “Bagaimana mungkin di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?” Kata Yesus kepada mereka, “Berapa roti ada padamu?” “Tujuh”, jawab mereka, “dan ada juga beberapa ikan kecil.” Yesus lalu menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu. Ia mengucap syukur, membagi-bagi roti itu dan memberikannya kepada para murid. Lalu para murid membagikannya kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan, tujuh bakul penuh.
 
Renungan
"Panis Angelicus - Roti para malaikat." Inilah sebuah judul lagu yang terkenang ketika mengingat mukjizat penggandaan roti dan ikan. Mukjizat ini sendiri adalah satu-satunya mukjizat yang terdapat dalam keempat Injil: dalam Markus disebut dua kali, 6:31-44 dan 8:1-10; dalam Matius disebut dua kali juga, 14:13-21 dan 15:32-38; dalam Lukas disebut satu kali, 9:10-17; dalam Yohanes disebut satu kali di Yoh 6:1-15. 
Dalam cerita Injil Sinoptik, Yesus mengambil, memberkati, memecahkan dan memberikan roti (demikian juga, para pastor melakukan hal demikian dalam Ekaristi.) Gambaran Yohanes sama modelnya, tetapi dengan beberapa perbedaan. Dalam Yohanes 6:11, Yesus mengambil, mengucap syukur, dan membagikan (bahasa Yunani untuk bersyukur adalah eucharisteo, yang menjadi akar kata Ekaristi.)
 
Antifon Komuni (Yes 40:10; 35:5)
Sesungguhnya, Tuhan kita akan datang dengan kuasa dan akan mencerahkan mata hamba-Nya.



SELASA, 05 DESEMBER 2017
HARI BIASA PEKAN I ADVEN
SEMUA YANG ADA PADA MANUSIA DIKENAKAN-NYA, KECUALI DOSA.
(ST. GREGORIUS DARI NAZIANZE)

Antifon Pembuka (Za 14:5-7)
Tuhan pasti datang, diiringi semua orang kudus, bersinarkan cahaya gemilang.
   
Doa Pembuka
Allah Bapa Mahamurah hati, kabulkanlah doa kami dan bantulah kami dalam kesusahan. Semoga Putra-Mu menghibur kami dengan kedatangan-Nya, agar kami sanggup berjuang melawan pengaruh manusia lama. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Yesaya menubuatkan kehadiran tunas dari tunggul Isai. Tunas ini akan dipenuhi Roh Tuhan. Ia akan dicari bangsa-bangsa.

Bacaan dari Kitab Yesaya (11:1-10)      
"Ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan."
Pada akhir zaman sebuah tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan; ya, kesenangannya ialah takut akan Tuhan. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia kan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan dengan kejujuran akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri. Ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang yang tetap terikat pada pinggang. Pada waktu itu serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan merumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anak-anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Bayi akan bermain-main dekat liang ular tedung, dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Mu yang kudus. Sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi para bangsa. Dia akan dicari oleh suku-suku bangsa, dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2, PS 809
Ref. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim.
Ayat. (Mzm 72:2.7-8.12-13.17; Ul: 7)
1.      Ya Allah, kiranya raja mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
2.      Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
3.      Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia kan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
4.      Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
      
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan pasti datang; Ia datang dengan megah, dan mata para hamba-Nya akan berseri-seri.

Yesus bersukacita dalam Roh Kudus. Ia bersukacita karena orang-orang kecil mampu mengenal-Nya. Yesus menyebut mereka yang melihat-Nya sebagai orang-orang yang bahagia.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:21-24)
"Yesus bergembira dalam Roh Kudus."
Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tiada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang oleh Anak diberi anugerah mengenal Bapa.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat. Sebab Aku berkata kepadamu, banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat, namun tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kalian dengar, namun tidak mendengarnya.”

Renungan
Setiap orang mendambakan hadirnya seseorang yang dipenuhi oleh Roh Tuhan. Orang yang dipenuhi Roh Tuhan pasti akan menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, kebaikan dan keadilan. Ia pasti berusaha membawa kesejahteraan dan kedamaian untuk semua orang. Ciri orang yang dipenuhi Roh Tuhan ialah, tidak pernah kompromi terhadap kejahatan; bertindak keras dan bahkan kasar terhadap setiap kejahatan; takut akan Tuhan dan berlaku manis terhadap kebaikan. Bagaimana dengan aku? Apakah aku lebih takut kepada Allah daripada kepada manusia?

Semua yang ada pada manusia dikenakan pada Yesus, Putra Allah, kecuali dosa. (St. Gregorius dari Nazianze)
   
Antifon Komuni (2Tim 4:8)
Mahkota mulia akan diberikan oleh Hakim yang adil kepada semua yang merindukan kedatangan-Nya.  



SENIN, 04 DESEMBER 2017

HARI BIASA PEKAN I ADVEN
MASA ADVEN INI ADALAH MASA AMAT KHUSUS. INI ADALAH MASA SUCI. (ST. KAROLUS BORROMEUS)

Antifon Pembuka (bdk. Yer 31:10; Yes 35:4)
Dengarkanlah sabda Tuhan, hai bangsa-bangsa, 
dan wartakanlah sampai ke batas bumi: 
Janganlah takut! Lihatlah, Penebus kita akan datang.
   
Doa Pembuka
Allah Bapa, sumber pengharapan, bantulah kami merindukan kedatangan Kristus, Putra-Mu. Bila Ia tiba dan mengetuk, semoga kami didapati-Nya berjaga dalam doa dan menyambut-Nya dengan gembira. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.  Amin.

Yesaya memperoleh firman yang menubuatkan tentang Yehuda dan Yerusalem. Di tempat itu, rumah Tuhan akan berdiri tegak di atas gunung-gunung. Bangsa-bangsa pun akan datang ke rumah Tuhan.

Bacaan dari Kitab Yesaya (2:1-5)     
"Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan damai abadi Allah."
Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem, “Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di atas gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, ‘Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan. ‘Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”
  
Atau
Yesaya menubuatkan kejayaan Yerusalem. Tuhan sendiri yang mengerjakan. Kemuliaan Tuhan menjadi pelindung bagi umat Israel.
   
Bacaan dari Kitab Yesaya (4:2-6)
Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan Tuhan akan menjadi permai dan mulia, dan hasil bumi akan menjadi kebanggaan serta kehormatan bagi orang-orang Israel yang selamat. Dan semua orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus. Mereka itu ialah setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, apabila Tuhan telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. Maka Tuhan akan menjadikan di atas seluruh wilayah Gunung Sion dan di atas semua pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam. Sebab di atas semuanya itu akan nampak kemuliaan Tuhan sebagai tudung dan pondok tempat bernaung terhadap panas terik pada waktu siang dan sebagai perlindungan serta persembunyian terhadap angin ribut serta hujan.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 844
Ref. 'Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.
Ayat. (Mzm 122:1-2.3-4a. (4b-5.6-7). 8-9)
1.      Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
2.      Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah yakni suku-suku Tuhan.
3.      Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
4.      Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat kesentosaan. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan kesentosaan di dalam purimu!”
5.      Oleh karena saudara-saudara dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: Semoga kesejahteraan ada di dalammu!” Oleh karena rumah Tuhan, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.
   
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Mzm 80:8)
Ya Allah, pulihkanlah kami buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.
    
Tuhan Yesus mengabulkan permohonan seorang perwira Roma. Perwira ini percaya bahwa Yesus mampu menyembuhkan hambanya. Kepercayaan yang besar itu dikagumi Yesus.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (8:5-11)
"Banyak orang akan datang dari timur dan barat masuk Kerajaan Surga."
Pada waktu itu Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan mohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh, dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi perwira itu menjawab, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu, ‘Pergi!’ maka ia pergi; dan kepada seorang lagi, ‘Datang!’ maka ia datang; ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’ maka ia mengerjakannya.” Mendengar hal itu heranlah Yesus. Maka Ia berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu, banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.”

Renungan
Orang yang berjalan dalam kegelapan, tidak tahu arah jalan dan tidak dapat membedakan mana yang berbahaya dan mana yang tidak; mana yang kotor dan mana yang bersih, mana yang baik dan mana yang buruk. Allah mengajak kita untuk berjalan dalam terang. Bila kita berjalan dalam terang, kita tahu mana yang berbahaya dan mana yang tidak. Hidup sebagai anak terang menghindarkan kita dari sikap permusuhan, ujaran kebencian, mata gelap terhadap sesama dan perbuatan jahat lainnya. Apakah aku selalu berusaha hidup dalam terang Tuhan? 

Antifon Komuni (Mzm 106:4-5; Yes 38:3)
Datanglah, ya Tuhan, kunjungilah kami dengan damai, 
agar kami sebulat hati bersukacita di hadapan-Mu.  
         
Doa Malam 
Tuhan Yesus Kristus, aku bersyukur atas penyelenggaraan-Mu sepanjang hari ini. Aku kagum atas iman perwira yang hambanya menderita sakit itu. Maka, tuntunlah pula, ya Yesus, agar aku pun mampu untuk selalu hidup dalam iman dan menaruh perhatian terhadap orang-orang yang sakit di lingkungan sekitarku. Amin.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOMPOSISI DPP PERIODE 2021 - 2026

 DAFTAR KEPENGURUSAN DPP ST. YOSEP BAJAWA PERIODE 2021 - 2026 Hari, Minggu 19 Desember 2021, pukul 10.00 (witeng) bertempat di Gereja Paroki...