Selasa, 28 Juli 2020
Kamis, 09 April 2020
Lamentasi
Mengisi
Tri Hari Suci dengan Lamentasi.
Lamentasi adalah sebuah tradisi tua yang tumbuh dan berkembang dalam tradisi Yahudi dan Perjanjian Lama. Lamentasi dalam tradisi Yahudi mempunyai makna sangat mendalam: “satu ungkapan penyesalan atas keruntuhan tembok Yerusalem oleh musuh-musuh Israel yang merupakan simbol pelindung yang kokoh dalam kehidupan mereka. (Bdk Luk. 21:20-24). Peristiwa ini melambangkan runtuhnya kekuasaan Yahwe pada Israel. Yahwe kecewa dengan sikap bangsa Israel yang tidak setia kepada-Nya. Lebih dari itu Israel meratapi kenyataan hidup mereka sekaligs penyesalan atas peristiwa runtuhnya Bait Allah yang menjadi pusat seluruh kehidupan doa dan iman mereka. Mereka kehilangan arah dan fokus kehidupan doa dan iman. Mereka harus menjadi orang-orang buangan dan menjadi anak-anak yatim piatu di daerah pengasingan. Mereka merasa bahwa Allah telah meninggalkan mereka dan tidak peduli dengan penderitaan mereka di tanah pembuangan.
Keagungan dan kebesaran Israel sebagai bangsa pilihan Allah hanya kenangan yang tersisa yang membawa mereka kepada suatu harapan baru bahwa Yahwe membebaskan mereka dan menjadi orang-orang merdeka dan kembali ke tanah kelahiran mereka. Sesungguhnya bangsa Israel sendiri pergi meninggalkan Allah dan menyembah dewa-dewa buatan mereka. Kedua sebagai ungkapan tobat sekaligus momen reflektif Israel sebagai suatu bangsa pilihan telah menjadi tidak setia, hidup tidak sesuai dengan kehendak Yahwe dan pergi meninggalkan Yahwe pemimpin utama mereka. Karena ketidaksetiaan ini menyebabkan putusnya hubungan mereka dengan Yahwe. Hidup mereka penuh dengan penderitaan. Hal ini menjadi suatu titik awal mereka untuk sadar dan bertobat serta menyesal terhadap segala ketidak setiaan dan dosa-dosa mereka.
Dalam perjanjian baru, lamentasi mempunyai hubungan sangat mendalam dengan kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus yang dimulai dari Taman Geztmani hingga Golgata. Dalam kisah ini Yesus mengajak Kita untuk setia bersama-Nya dalam doa dan berjaga bersama-Nya dalam pergulatan maut yang dihadapi-Nya saat-saat terakhir hidup-Nya sebelum ditangkap para musuh-Nya dan disalibkan. Dalam situasi ini Yesus sebagai manusia merasa tidak mampu menghadapi kenyataan sangat tragis dalam hidup-Nya dan meminta para murid-Nya untuk setia berjaga bersama-Nya. Tidak sanggupkah kamu jaga bersama aku satu jam saja ? Namun para murid yang adalah wakil dari kita semua adalah orang-orang yang tidak setia dan pergi meninggalkan Yesus seorang diri satu persatu dan bahkan menyangkal Yesus sebagaimana yan dilakukan Petrus di hadapan seorang wanita di istana Pilatus. (Bdk Luk. 22:54-62).
Marilah kita menjadi manusia yang setia dalam merenungkan dan mengambil bagian dalam kisah sengsara dan penderitaan Yesus dan Penderitaan kita masing-masing dalam kekuatan doa dan mati raga
Sumber : http://panpas09.blogspot.com/2009/03/lamentasi.html
Selasa, 07 April 2020
Bentuk Kepedulian di Tengah Masa Pandemi
Solidaritas Orang Muda Katolik (OMK) St.Yosef Bajawa Sebagai Bentuk Kepedulian di Tengah Wabah Virus Korona.
Peristiwa Covid 19 telah menjadi pandemik global tanpa batas
ruang dan waktu. Hal demikian telah menyebabkan berbagai krisis di segala sektor
kehidupan manusia. Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak luput dari
virus berbahaya ini. Masyarakat dihimbau untuk tetap di rumah, menjaga jarak
fisik (phisycal distancing), dan salah satunya adalah memakai masker.
Namun keterbatasan produksi masker menyebabkan masyarakat
banyak tidak memiliki masker. Orang Muda Katolik (OMK) St. Yosef Bajawa
tergerak untuk membantu kelangkaan kebutuhan masker dengan menjahit ratusan
masker dan dibagi gratis ke masyarakat yang sangat membutuhkan seperti mama
lele (pedagang kaki lima) dan tukang ojek yang sangat membutuhkan yang juga
merupakan bagian dari umat Paroki St. Yosef Bajawa.
Tujuan aksi ini adalah untuk menjawabi kebutuhan makser yang menjadi
salah satu alat untuk mencegah rantai penularan virus covid 19. Aksi jahit
masker gratis dilakukan OMK Sanjose dengan tetap memperhatikan phisychal
distancing. Kegiatan ini sudah dijalankan selama 5 hari sejak tanggal 3 - 7 April 2020 dan masih berlanjut
jika masih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Menjaga jarak fisik namun tetap dekat secara sosial menjadi
harapan OMK Sanjose sebagai bentuk kepedulian. Harapan semoga orang muda
katolik sebagai tulang punggung gereja dan bangsa tetap mengikuti himbauan
pemerintah dan peka terhadap sesama. Salam Orang Muda Katolik.
Kamis, 27 Februari 2020
Mengapa Perempuan Itu Mau Disamakan Dengan Laki-Laki ?
Mengapa Perempuan Itu Mau Disamakan Dengan Laki-Laki ?
![]() |
| perayaan ekaristi di kapela stasi Naru - pembukaan acara sosialisasi Gender dan Pemberdayaan Perempuan. foto by : komsossanjos. |
Komsossanjosnews _ Minggu 23 Februari 2020 bertempat di Aula Kapela Stasi Naru
diadakan sosialisasi tentang Gender dan Resolusi Konflik. Acara yang merupakan
program kerja DPP seksi Keadilan, Perdamaian, Migran Perantauan, Gender dan
Pemberdayaan Perempuan (KPMP-GPP) Paroki St. Yosef Bajawa yang diketuai oleh
Ibu Ros Nay Botha ini, dilaksanakan bekerjasama dengan Divisi Gender dan
Pemberdayaan Perempuan Keuskupan Agung Ende (KAE).
Acara diawali dengan misa
yang dipimpin oleh RP. Armin Radho, OCD ini dimulai pukul 09.00 pagi kemudian
dilanjutkan dengan sosialisasi. Dalam sambutan awalnya, RP. Armin Radho, OCD
mengharapkan agar acara ini dapat berjalan dengan baik dan semua peserta bisa
mengikutinya hingga selesai. Beliau memunculkan pertanyaan sentilan, mengapa perempuan
itu mau disamakan dengan laki-laki padahal
perbedaan itu rahmat dan karunia? dan mengapa perempuan ingin disentarakan?
yang diharapkan dapat terjawab dalam sosialisasi nantinya.
![]() |
| suasana saat sosialisasi Gender dan Pemberdayaan Perempuan di aula kapela stasi Naru. foto by : komsosanjos |
Hadir dalam acara ini, 103 orang peserta yang berasal dari pengurus stasi, pengurus
lingkungan, pengurus KUB dan utusan orang muda katolik (OMK) serta utusan umat
di stasi Sta. Maria Gunung Karmel Naru.
Sosialisasi ini
menghadirkan tim pemateri antara lain Ibu Beatris Wea dan Ibu Jane Maria Seke dari
Divisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan KAE, ibu Alfonsa Goa dari KPMP-GPP DPP
St. Yosef serta Ibu Lidwina Dhiu
dari Seksi Paskel DPP St. Yosef.
Membangun Hidup Keluarga Yang Lebih Baik
Membangun
Hidup Keluarga Yang Lebih Baik
![]() |
| suasana peserta kursus persiapan perkawinan (KPPK) di hari pertama bertempat di aula Lt. II paroki St. Yosef Bajawa dibuka oleh Pastor Paroki Rp. Remigius Todang, OCD. foto by : komsossanjos |
Komsossanjosnews _ Kamis,
27 februari 2020 pukul 13.00 witeng bertempat di aula lantai 2 pastoran paroki
St. Yosef Bajawa berlangsung Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) dengan
tema Keluarga, Ecclesia Domestica yang merupakan program kerja DPP seksi
Pastoral Keluarga (Paskel) dan diikuti oleh 24 pasang peserta yang tidak hanya
berasal dari paroki St. Yosef namun ada juga peserta yang berasal dari paroki
tetangga maupun yang paroki luar.
Kursus ini dibuka langsung oleh Pastor
Paroki RP. Remigius Todang, OCD. Dalam orientasi awalnya, pastor paroki
menekankan alasan pentingnya KPPK baik praktis, sosial, dan pastoral.
Diharapkan materi dan pengetahuan lainnya yang akan diterima peserta kursus
dapat membantu membangun hidup berkeluarga yang baik.
![]() |
| suasana peserta kursus persiapan perkawinan (KPPK) sedang mengikuti kegiatan dan mendengarkan beberapa hal dari pemateri. foto by : komsossanjos |
Materi KPPK antara lain pendidikan nilai dalam keluarga oleh
Bpk. Aloysius Goma, pengembangan sosial ekonomi dalam keluarga oleh Bpk.
Martinus Bhara, keluarga berencana alamiah oleh Bpk. Antonius Riwu, kesehatan
dalam keluarga oleh Ibu Petronela Dula, UU No 1 tahun 1974 tentang perkawinan
oleh Bpk. Frans Wogha, hukum kanon dan moralitas perkawinan oleh RP. Armin
Radho,OCD, komunikasi dalam keluarga oleh Bpk. Philipus Botha, spiritualitas
sakramen perkawinan oleh RP. Remigius Todang,OCD ,perspektif gender dan
parentin skills oleh Ibu Lidwina Dhiu, serta managemen konflik oleh Bpk.
Aloysius Goma.
Rencananya KPPK ini akan berlangsung
hingga dua hari ke depan yang akan ditutup dengan pembagian sertifikat. #red.komsossanjos
Senin, 20 Januari 2020
Doa untuk Persatuan Umat Kristiani
(Khususnya
untuk Pekan Doa Sedunia)
Bapa yang maha pengasih dan penyayang, menjelang akhir hidup-Nya, Yesus
telah berdoa bagi para murid-Nya, “Semoga mereka semua bersatu, seperti Engkau,
ya Bapa, ada dalam Aku dan Aku dalam Dikau; supaya mereka juga bersatu dalam
Kita, agar dunia ini percaya bahwa Engkau telah mengutus Aku.”
Maka kami mohon, ya Bapa: Semoga semua orang kristen bersatu padu dan giat
mengusahakan kesatuan. Semoga seluruh pemimpin umat-Mu semakin menyadari
perlunya kesatuan. Musnahkanlah sandungan akibat perpecahan umat kristen
dilenyapkan. Semoga persatuan umat kristen merupakan sumber perdamaian, dan
tanda kasih Kristus bagi seluruh umat manusia.
Bapa, Tuhan Yesus Kristus telah bersabda kepada para rasul, “Damai
Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu”: janganlah Kau pandang
dosa-dosa kami, melainkan kepercayaan umat-Mu, dan berikanlah damai serta
persatuan kepada kami sesuai dengan kehendak-Mu. Pandanglah kawanan domba
Yesus. Semoga semua, yang telah dikuduskan oleh satu pembaptisan, dipererat
pula oleh persatuan iman dan ikatan kasih. Buatlah kami semua menjadi satu
kawanan dengan Yesus sendiri sebagai satu-satunya gembala, yang hidup dan
berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala abad.
(Amin.)
Jumat, 22 November 2019
Mobil ini pemberian dari pater General OCD untuk kepentingan Ordo dan paroki
Siapa itu Kobus Watu..?
Disaat itu, pater John meminta untuk dicarikan seorang sopir dengan kriteria setia, punya hati untuk merawat dan rela dalam karya misi. Dan dari beberapa masukan, munculah nama om Kobus Watu.
Bapak Kobus ini sebelumnya adalah sopir susteran FMM Bajawa. Dan lewat pater John sendiri langsung menemui pimpinan FMM untuk meminta izin supaya om Kobus diperbantukan di biara OCD. Dengan kerelaan hati, suster pun mengizinkan permohonan pater John untuk mengabdi di biara OCD Bogenga. Om Kobus membuktikan dirinya selalu setia setiap saat, kapan dan dimana atau kemanapun, jauh atau dekat, beliau senantisa siap melayani kepentingan karmel OCD. Kedua imam, Pater John dan Thom tak pernah mengeluh tentang om Kobus selama pengabdiannya. Ia berkarya hingga tutup usia pada tanggal 15 Oktober 2006.
(***red/ komsossanjosbajawa).
Sumber : buku melacak jejak karmel 25 tahun OCD Indonesia)
Langganan:
Postingan (Atom)
KOMPOSISI DPP PERIODE 2021 - 2026
DAFTAR KEPENGURUSAN DPP ST. YOSEP BAJAWA PERIODE 2021 - 2026 Hari, Minggu 19 Desember 2021, pukul 10.00 (witeng) bertempat di Gereja Paroki...
-
DAFTAR KEPENGURUSAN DPP ST. YOSEP BAJAWA PERIODE 2021 - 2026 Hari, Minggu 19 Desember 2021, pukul 10.00 (witeng) bertempat di Gereja Paroki...
-
Sabtu, 22 Desember 2018 Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Ketujuh Sabtu, 22 Desember 2018 Hari Biasa Khusu...
-
“ Solidaritas Allah Bagi Dunia dan Manusia” Komsossanjosbajawa - Senin 24 Desember 2018, perayaan misa Malam Natal langsung dipimpin...








